NewsOlahraga

PM Spanyol Pasang Badan untuk Lamine Yamal usai Aksi Bendera Palestina

Barcelona – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez membela bintang muda Lamine Yamal setelah aksinya mengibarkan bendera Palestina saat parade juara Barcelona menuai kritik dari pejabat Israel. Sanchez bahkan mengaku bangga terhadap pemain berusia 18 tahun tersebut.

Dilansir AFP, Sabtu (16/5), pernyataan itu disampaikan Sanchez setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengecam tindakan Yamal. Katz menilai aksi tersebut sebagai bentuk hasutan terhadap Israel.

Dalam unggahannya di media sosial X, Katz meminta FC Barcelona mengambil sikap atas tindakan pemain mudanya itu.

“Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan memperjelas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme,” tulis Katz dalam bahasa Spanyol.

Sanchez kemudian merespons kritik tersebut. Dia menilai mengibarkan bendera suatu negara tidak bisa dianggap sebagai tindakan menyebarkan kebencian.

“Mereka yang berpikir bahwa mengibarkan bendera suatu negara adalah ‘menghasut kebencian’, berarti telah kehilangan akal sehat atau dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri,” kata Sanchez melalui akun X.

Menurut Sanchez, aksi Yamal merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina yang juga dirasakan banyak warga Spanyol.

“Lamine hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Itu menjadi alasan lain untuk bangga kepadanya,” ujarnya.

Sebelumnya, Yamal terlihat membawa bendera Palestina saat mengikuti parade kemenangan Barcelona usai meraih gelar juara musim ini. Aksi tersebut memicu sorotan luas, termasuk dari pemerintah Israel.

Katz juga menyinggung serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023 saat mengkritik Yamal. Dia menyebut tentara Israel saat ini tengah memerangi Hamas yang disebut bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap warga Israel. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button