
Banda Aceh – Sekretaris Jenderal Dewan Ekonomi Aceh (DEA), Ismail Rasyid bertolak ke China pada Selasa (14/10/2025), untuk meninjau sejumlah alat berat yang akan digunakan dalam pengembangan Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan pembukaan rute pelayaran internasional Krueng Geukueh-Penang (Malaysia), yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi Aceh dengan kawasan Asia Tenggara.
Mantan anggota DPR Aceh, Asrul Abbas mengapresiasi gerak cepat Ismail Rasyid. Ia menyebut keberangkatan tim DEA ke China menunjukkan keseriusan lembaga tersebut dalam mengakselerasi pembangunan sektor maritim Aceh.
“Dengan kehadiran Dewan Ekonomi Aceh yang telah dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, kita bisa lihat sosok Ismail Rasyid yang berpengalaman secara nasional maupun internasional di bidangnya. Hari ini, beliau langsung bergerak cepat ke China untuk melihat alat-alat pendukung pelabuhan tersebut,” ujar Asrul kepada wartawan, Kamis (16/10/2025).
Asrul menilai, percepatan pengembangan Pelabuhan Krueng Geukueh akan menjadi langkah penting bagi Aceh untuk memperkuat posisi ekonomi daerah, khususnya di sektor logistik dan perdagangan lintas negara.
“Jika rute pelayaran Krueng Geukueh-Penang benar-benar terealisasi, ini bukan hanya membuka jalur dagang baru, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi Aceh yang berbasis maritim,” tambahnya.
Pelabuhan Krueng Geukueh selama ini dikenal sebagai salah satu pelabuhan utama di pantai utara Aceh. Proyek pengembangannya disebut akan melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah, investor nasional, dan mitra luar negeri. []






