
Aceh Tamiang – Dayah MUDI Mesra Samalanga melalui Komunitas Da’i Dayah MUDI Mesra Samalanga (NIDA) kembali memberangkatkan relawan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Keberangkatan gelombang kedua ini dilaksanakan pada Jumat (24/1),dengan jumlah relawan sebanyak 85 orang.
Koordinator Lapangan Gelombang Kedua NIDA MUDI Aceh Tamiang, Tgk. Rizatul Akmal, S.Sos menjelaskan bahwa sebelumnya NIDA MUDI telah lebih dulu mengirimkan 65 relawan pada gelombang pertama.
“Dengan keberangkatan gelombang kedua ini, total relawan yang diterjunkan mencapai 150 orang,” kata Akmal dalam keterangannya, Selasa (27/1).
Para relawan tersebut disebar ke enam titik tugas, yakni Desa Simpang Empat Upah, Landuh, Rantau Pauh, Lubuk Sidup, Sekumur, dan Rantau Bintang, guna membantu masyarakat dalam pemulihan pascabencana banjir.
Keberangkatan relawan gelombang kedua turut diantarkan langsung oleh Pimpinan Dayah MUDI Mesra Samalanga, Abu Syekh H. Hasanoel Bashry HG, atau yang akrab disapa Abu MUDI Samalanga.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Abu MUDI juga melakukan pertemuan dengan masyarakat di Desa Lubuk Sidup, salah satu desa yang menjadi titik penugasan relawan NIDA MUDI.
Selain itu, Abu MUDI Samalanga turut membagikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir yang selanjutnya dialokasikan ke enam desa lokasi tugas relawan.
Akmal menyampaikan bahwa agenda kegiatan Tim NIDA MUDI selama berada di Aceh Tamiang meliputi pembersihan tempat-tempat ibadah, rumah warga, sekolah maupun madrasah, serta lingkungan sekitar.
Di samping itu, relawan juga melaksanakan kegiatan dakwah dan pendidikan dengan mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak dan orang dewasa.
Untuk membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak pascabencana, para relawan juga menggelar berbagai kegiatan hiburan yang bersifat edukatif.
Meskipun Dayah MUDI Mesra Samalanga sendiri turut terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para anggota NIDA MUDI untuk terjun langsung membantu masyarakat.
“Semangat tersebut tumbuh berkat dorongan dan motivasi langsung dari Abu MUDI Samalanga,” ujar Akmal.
Kegiatan kemanusiaan ini juga mendapat dukungan dari alumni Dayah MUDI Mesra di wilayah Langsa dan Aceh Tamiang, yang berada di bawah komando Abana Murdani Muhammad, Pimpinan Dayah Futuhul Mu’arrif Al-Aziziyah.
Aksi kemanusiaan tersebut juga dibantu oleh Tgk. Muhammad Yusuf atau yang dikenal dengan sebutan Abiya Rauhul MUDI, yang mendapat amanah langsung dari Abu MUDI Samalanga.
Dalam pertemuan dengan masyarakat korban bencana di Desa Lubuk Sidup, Abiya Rauhul MUDI yang ikut mendampingi rombongan juga memberi nasihat dan motivasi untuk masyarakat desa itu.
“Rusak rumah bisa kita bangun kembali, uang hilang masih bisa kita cari, tapi rusaknya generasi belum tentu bisa diperbaiki,” kata Abiya Rauhul Mudi.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Tim Relawan NIDA MUDI turut berkolaborasi dengan Relawan Tastafi Asssunni Kota Langsa guna memperkuat sinergi dan efektivitas bantuan bagi masyarakat terdampak banjir Aceh Tamiang. []





