BisnisNews

BPMA Bidik TKDN Migas Aceh Tembus USD 135 Juta di 2026

Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menargetkan capaian minimal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sektor hulu migas di Aceh sebesar 60 persen dengan nilai estimasi mencapai USD 135 juta pada 2026.

Kepala BPMA, Nasri Djalal juga menyampaikan, sepanjang tahun 2020-2025 BPMA mencatat capaian TKDN hulu migas di Aceh rata-rata mencapai 65%, melampaui target minimum yang ditetapkan.

“Hal ini mencerminkan sinergi yang baik antara BPMA, KKKS, penyedia barang/jasa, dan pemangku kepentingan dalam mendorong penggunaan komponen dalam negeri serta kontribusinya terhadap perekonomian,” kata Nasri dalam keterangannya, Rau (22/4).

Untuk mencapai target tersebut, BPMA resmi menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero) terkait verifikasi TKDN pada kegiatan hulu migas di wilayah Aceh.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati pada 28 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di Gedung Graha Sucofindo pada Senin (6/4).

Acara tersebut dihadiri Kepala BPMA Nasri Djalal, Direktur Utama PT Sucofindo Sandry Pasambuna, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Fajar Wibhiyadi, serta jajaran BPMA lainnya.

Kerja sama ini difokuskan pada pelaksanaan verifikasi TKDN secara independen, akurat, dan transparan guna mendorong optimalisasi penggunaan produk dan jasa dalam negeri di sektor hulu migas.

Kepala BPMA Nasri Djalal menegaskan, langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

“Kami memandang PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia sebagai mitra strategis yang kompeten dan kredibel dalam verifikasi TKDN. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan standardisasi proses verifikasi yang lebih efektif dan efisien, serta memberikan kepastian bagi para pemangku kepentingan. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan database TKDN, pelaksanaan pre-assessment proyek, serta menghadirkan verifikator TKDN yang berada lebih dekat dengan wilayah operasional di Aceh guna mempercepat dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Nasri.

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas nasional di sektor migas.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi antara PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia dan BPMA mampu memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengelolaan sektor migas yang lebih efisien, transparan dan berkelanjutan.”

Sementara itu, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi menilai kerja sama ini akan memberikan dampak langsung bagi industri dalam negeri.

“kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa aktifitas industri migas mampu memberikan nilai tambah yang lebih luas dan mendorong tumbuhnya industri dalam negeri, sehingga dampaknya akan langsung dirasakan oleh pelaku usaha , tenaga kerja dan rantai pasok di daerah”.

BPMA berharap kerja sama ini dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata dalam memperkuat industri nasional, khususnya di sektor hulu migas di Aceh. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button