News

Asrul Abbas: Illiza Bangkitkan Semangat Syariat yang Mulai Memudar

Dinilai Sejalan dengan Visi Gubernur Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan syariat Islam di ibu kota Serambi Mekkah.

Selasa (15/4/2025) dini hari, Illiza turun langsung memimpin razia di sejumlah hotel di Banda Aceh. Hasilnya, enam pasangan non-muhrim terjaring razia oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH).

Aksi ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Wakil Ketua Kwartir Daerah (Wakil Kwarda) Pramuka Aceh, Asrul Abbas.

“Saya sangat mengapresiasi langkah yang diambil Ibu Illiza. Ini adalah tindakan nyata dan sudah lama kita rindukan dari pemimpin kita. Beliau kembali menghidupkan semangat penegakan syariat yang mulai memudar,” ujar Asrul kepada sudutberita.id, Selasa (15/4/2025).

Menurut Asrul, kehadiran langsung Wali Kota dalam razia tersebut menunjukkan ketulusan dan kepeduliannya terhadap kondisi moral masyarakat Banda Aceh, khususnya generasi muda dan perempuan.

“Ibu Illiza tidak sekadar menjalankan kewajiban formal. Saya melihatnya sebagai wujud kasih sayang terhadap masyarakat. Ini adalah langkah untuk menjaga marwah perempuan Aceh, serta mengangkat derajat mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” tambah Asrul.

Mualem saat melantik Illiza Sa’aduddin Djamal sebagai Wali Kota dan Afdhal Khalilullah sebagai Wakil Wali Kota Banda Aceh periode 2025-2030, Rabu (12/2/2025). Foto: Humas Aceh

Langkah Illiza ini pun dinilai sejalan dengan visi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem. Sebelumnya, Mualem menegaskan bahwa penguatan syariat Islam merupakan salah satu pilar utama kepemimpinannya di Aceh.

“Saya pikir, apa yang dilakukan oleh Illiza sudah sejalan apa yang disampaikan Mualem saat pelantikan beberapa waktu lalu,” ujar Asrul yang juga mantan anggota DPR Aceh.

Asrul pun mengajak para kepala daerah lainnya di Aceh untuk mencontoh kepemimpinan Illiza yang dinilainya berani, tegas, namun tetap humanis.

“Pemimpin di daerah lain harus bergerak. Jangan hanya mengandalkan imbauan, tetapi perlu ada aksi nyata seperti yang dilakukan oleh Ibu Wali Kota. Ini demi kemaslahatan umat dan marwah Aceh sebagai daerah bersyariat,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button