News

BSI Salurkan 15 Ton Bantuan Tanggap Darurat untuk Aceh

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan yang dikirim dalam beberapa tahap itu mencapai total 15 ton dan diperuntukkan bagi warga di 17 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor.

Bantuan tersebut disalurkan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Pemerintah Provinsi Aceh.

Paket bantuan meliputi perahu karet, sembako, susu, obat-obatan, serta perangkat komunikasi seperti Starlink dan telepon satelit yang digunakan untuk mendukung komunikasi pemerintah daerah selama masa darurat.

Selain bantuan bagi masyarakat, BSI juga mempercepat pemulihan operasional layanan perbankan. Sejumlah perlengkapan pendukung seperti perangkat telekomunikasi, genset, dan BBM dikirimkan ke titik-titik terdampak. Perahu karet bahkan telah lebih dulu diberangkatkan untuk membantu proses evakuasi warga.

BSI mencatat 66 kantor cabang di Aceh dan Sumatra Utara tidak dapat beroperasi akibat akses terputus dan kerusakan infrastruktur. Beberapa mesin ATM sudah kembali aktif, sementara kantor cabang yang terdampak banjir sedang dibersihkan agar dapat memberikan layanan normal secepatnya.

Meski sebagian bantuan sudah tiba di Aceh, penyerahan resmi dilakukan di BSI Tower Jakarta oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo kepada Utusan Khusus Gubernur Aceh, Chowadja Sanova, pada Sabtu (29/11).

Anggoro menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Musibah ini tidak hanya berdampak pada masyarakat sekitar, tetapi juga pada aktivitas layanan perbankan di beberapa unit kantor kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa BSI kembali mengirim tim tambahan untuk memperkuat penanganan lapangan.

“Relawan BSI yang berangkat akan menjadi representasi BSI di lapangan, menyampaikan bantuan, mendampingi pegawai dan nasabah, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang mengalami masa paling berat dalam hidup mereka,” kata Anggoro.

Pada tahap awal, kata dia, prioritas BSI adalah keselamatan nasabah, karyawan, dan masyarakat, serta percepatan pemulihan operasional cabang di wilayah terdampak.

“BSI mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan seluruh personel BSI serta melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Menjelang akhir bulan, kebutuhan transaksi masyarakat meningkat, terlebih saat bencana. Karena itu BSI menargetkan layanan kantor dapat pulih secepat mungkin.

BSI juga telah mengaktifkan tim BCM (Business Continuity Management) untuk memantau situasi dan memastikan langkah mitigasi berjalan efektif selama masa tanggap darurat.

Utusan Khusus Gubernur Aceh, Chowadja Sanova menyampaikan apresiasi kepada BSI.

“Atas nama Gubernur Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia untuk kepedulian bagi Masyarakat Aceh. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan bermanfaat untuk masyarakat,” katanya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button