
Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kronologi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam wawancara eksklusif dengan Fox & Friends Weekend. Trump menyebut operasi penangkapan itu melibatkan pasukan elite Amerika Serikat yang harus menunggu berhari-hari sebelum melakukan aksi.
Trump mengatakan Maduro ditangkap di sebuah rumah yang dijaganya sangat ketat dan menyerupai benteng. Pasukan khusus AS melakukan serbuan cepat sebelum Maduro sempat melarikan diri ke ruang aman di dalam rumah tersebut.
Presiden AS itu menjelaskan, ia bersama sejumlah jenderal militer memantau langsung operasi tersebut dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida. Rencana penangkapan sebenarnya telah disiapkan beberapa hari sebelumnya, namun harus ditunda karena faktor cuaca.
“Kami menunggu empat hari. Kami berencana melakukan ini dari empat hari yang lalu, kemudian tiga hari yang lalu, dua hari yang lalu. Maduro berada di rumah yang dijaga dengan sangat ketat pada saat ia dihadang,” ujar Trump, seperti dikutip dari Fox News, Minggu (4/1).
Trump menggambarkan rumah tersebut memiliki sistem keamanan berlapis, termasuk pintu baja dan ruang aman berdinding baja padat. Maduro disebut berusaha mencapai ruang tersebut saat pasukan AS melakukan penyerbuan.
“Dia berada di sebuah rumah yang lebih mirip benteng daripada rumah. Rumah itu memiliki pintu baja dan ruang aman dengan dinding baja padat. Dia mencoba masuk ke sana, tetapi diserbu begitu cepat sehingga tidak berhasil masuk,” katanya.
Trump menambahkan, timnya telah menyiapkan peralatan khusus, termasuk obor las, untuk menembus dinding baja jika diperlukan. Namun, peralatan itu tidak digunakan karena pasukan berhasil menangkap Maduro sebelum ia mencapai ruang aman.
Seorang pejabat AS yang mengetahui pengarahan operasi tersebut mengatakan penangkapan dilakukan oleh pasukan Delta Angkatan Darat AS, dengan dukungan intelijen dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang melacak keberadaan Maduro.
Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya dibawa menggunakan helikopter ke kapal perang USS Iwo Jima. Trump menyebut, Maduro kini sudah dibawa menuju New York untuk menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk tuduhan konspirasi terkait narkoterorisme. []





