
Banda Aceh – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Banda Aceh mengajak generasi muda memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum perubahan, tidak hanya secara spiritual tetapi juga dalam kehidupan sosial.
Wakil Sekretaris Bidang Sosial dan Bantuan Bencana KNPI Kota Banda Aceh, Ariyanda, mengatakan semangat hijrah bagi pemuda di era digital harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut alumni Magister UIN Ar-Raniry itu, ada tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian pemuda dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Pertama, refleksi mental dan muhasabah informasi. Ariyanda menilai derasnya arus informasi saat ini menuntut generasi muda lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi agar terhindar dari hoaks maupun prasangka yang dapat memicu perpecahan.
“Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta.” (HR. Al-Bukhari).
Ia mengingatkan pentingnya mengedepankan prinsip tabayyun atau klarifikasi sebelum membagikan informasi kepada publik.
Kedua, semangat hijrah yang diwujudkan dalam aksi nyata. Pemuda didorong meninggalkan kebiasaan hanya mengkritik tanpa data maupun mengonsumsi konten negatif di media sosial.
Menurutnya, energi pemuda perlu diarahkan menjadi pelopor solidaritas sosial yang hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ketiga, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Mengingat Aceh merupakan wilayah yang rawan bencana, KNPI mendorong anak muda aktif dalam kegiatan kerelawanan dan pelatihan mitigasi bencana.
Langkah itu dinilai lebih bermanfaat dibanding menyebarkan spekulasi yang justru berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Selain itu, Ariyanda juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara pemuda dan para pemangku kepentingan di Aceh. Menurutnya, ruang dialog yang terbuka perlu diperkuat agar berbagai stereotip negatif dapat dihilangkan.
Ia berharap para pemangku kepentingan memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap program-program kepemudaan sehingga potensi generasi muda dapat berkembang secara maksimal.
“Momentum Tahun Baru Islam ini adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk berhijrah dari sikap saling curiga menuju budaya saling percaya. Pemuda membutuhkan ruang dan kepercayaan, begitu juga sebaliknya. Kita butuh hubungan yang harmonis, di mana semua pihak mau mendengar tanpa prasangka agar energi positif pemuda bisa terarah secara produktif,” ujar Ariyanda, Selasa (16/6).
Ia mengingatkan potensi besar pemuda Banda Aceh tidak boleh terjebak dalam lingkaran hoaks maupun konflik internal. Menurutnya, konsistensi atau istiqamah dalam menjaga integritas berpikir, menjauhi prasangka, dan menebar manfaat menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan di masa depan. []





