NewsPendidikan

USK Perkenalkan Edukasi Kebencanaan dan Inovasi di Bhayangkara Fest 2026

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menampilkan berbagai inovasi, hasil penelitian, serta edukasi kebencanaan dalam Bhayangkara Festival 2026 yang berlangsung pada 19-22 Juni 2026 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Aceh.

Booth pameran USK menghadirkan beragam informasi mengenai capaian dan kontribusi universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mitigasi bencana, serta pengembangan inovasi berkelanjutan.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani menyampaikan apresiasi terhadap keikutsertaan USK dalam Bhayangkara Festival 2026 sebagai wadah untuk memperkenalkan kontribusi universitas kepada masyarakat luas.

Rektor mendukung langkah kolaboratif yang dilakukan berbagai unit di lingkungan USK dalam menghadirkan edukasi kebencanaan, inovasi, serta hasil-hasil tridarma perguruan tinggi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Partisipasi USK dalam event ini diharapkan mampu semakin mengenalkan hasil-hasil tridarma perguruan tinggi yang selama ini USK lakukan kepada masyarakat,” ucap Rektor, Selasa (23/6).

Pada kesempatan ini, Humas USK berkolaborasi dengan sejumlah unit dan program unggulan universitas, yaitu Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC USK), Program Magister Ilmu Kebencanaan (MIK USK), Program Doktor Ilmu Kebencanaan (DIB USK), Koperasi Inovac-ARC USK, serta Fakultas Pertanian USK yang menampilkan berbagai produk kerajinan berbahan daur ulang.

Kehadiran TDMRC USK, MIK USK, dan DIB USK menjadi salah satu daya tarik utama dalam booth pameran tersebut. Ketiga unit kerja USK ini memperkenalkan berbagai upaya yang dilakukan USK dalam memperkuat literasi kebencanaan, mitigasi bencana, pendidikan kebencanaan, serta pengembangan riset yang relevan dengan kondisi Aceh sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang terhadap bencana dan tingkat risiko kebencanaan yang relatif tinggi.

Melalui TDMRC USK, para pengunjung memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengurangan risiko bencana. Selain itu, pengunjung juga diajak memahami pentingnya kesiapsiagaan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga ancaman hidrometeorologi lainnya.

Sementara itu, Program MIK dan Program DIB USK memperkenalkan peran pendidikan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan pemahaman mendalam terkait isu-isu kebencanaan. Kedua program tersebut merupakan bagian dari komitmen USK dalam memperkuat kapasitas akademisi, peneliti, praktisi, aparatur pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Booth pameran USK tidak hanya menyajikan informasi kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik yang memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi pengunjung.

Melalui berbagai materi, publikasi, dan interaksi langsung dengan tim pameran, pengunjung dapat memahami bagaimana USK berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana melalui penelitian, pendidikan, pelatihan, dan inovasi sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Upaya ini sejalan dengan komitmen USK sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah.

Selain sektor kebencanaan, USK juga menampilkan berbagai inovasi yang mendukung pengembangan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Koperasi Inovac-ARC USK memperkenalkan sejumlah produk inovatif hasil pengembangan sivitas akademika, sementara Fakultas Pertanian USK menampilkan beragam kerajinan berbahan daur ulang yang menunjukkan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan.

Kehadiran produk-produk tersebut mencerminkan komitmen USK dalam mendorong inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button