NewsPolitik

Kantongi Dukungan 18 DPW, Rahul Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketum PNA

Banda Aceh – Ketua DPW Partai Nanggroe Aceh (PNA) Aceh Utara, Misbahul Munir atau yang akrab disapa Rahul, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PNA.

Rahul menjadi kandidat pertama yang mendaftar untuk bertarung pada Kongres II PNA yang akan digelar di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, pada 8-9 Agustus 2026.

Rahul mendatangi Sekretariat Kongres II PNA di Hotel Grand Nanggroe, Senin (3/8), didampingi sejumlah pengurus DPW yang menyatakan dukungan kepada dirinya.

Ketua Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli, mengatakan Rahul telah menyerahkan seluruh dokumen persyaratan, termasuk surat dukungan dari 18 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PNA se-Aceh.

“Persyaratan bakal calon harus mengisi formulir yang ditandatangani di atas materai, mendapat dukungan minimal tujuh DPW atau sekitar 30 persen dari total DPW, serta membayar uang kontribusi sebesar Rp100 juta,” kata Nurdin kepada wartawan, Senin (3/8).

Menurut Nurdin, jumlah dukungan yang dibawa Rahul jauh melampaui syarat minimal pencalonan. Dari total 23 DPW PNA di Aceh, masih ada lima DPW yang belum menentukan sikap.

“Rahul membawa surat dukungan dari 18 DPW. Artinya, saat ini tinggal lima DPW yang belum memberikan dukungan,” ujarnya.

Meski demikian, Nurdin menegaskan dinamika politik internal partai masih sangat mungkin terjadi hingga pelaksanaan kongres. Dukungan yang telah diberikan kepada seorang bakal calon masih dapat berubah sesuai mekanisme organisasi.

“Masih ada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi karena proses ini dibuka secara transparan. Misalnya ada penarikan dukungan dari DPW yang sebelumnya mendukung Rahul kemudian beralih mendukung calon lain, itu masih dimungkinkan sebelum kongres berlangsung,” jelasnya.

Ia mengatakan, apabila ada kader lain yang ingin maju sebagai bakal calon Ketua Umum PNA, tetap harus memenuhi syarat minimal dukungan dari tujuh DPW.

“Pendaftaran masih dibuka sampai 6 Agustus. Jadi peluang munculnya calon lain masih ada, sepanjang memenuhi syarat dukungan minimal tujuh DPW,” ucap Nurdin.

Selain memilih Ketua Umum yang baru, Kongres II PNA juga akan membahas usulan perubahan nama partai. Sejumlah nama telah mengemuka dalam pembahasan internal, namun tetap mempertahankan singkatan PNA.

“Ada beberapa usulan nama, seperti kembali lagi ke nama Partai Nasional Aceh, Partai Nasionalis Aceh, Partai Naungan Aceh, hingga Partai Nusantara Aceh. Intinya, singkatan PNA tetap dipertahankan,” pungkasnya. []

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button