
Aceh Timur – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh kembali menggelar program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh. Kali ini kegiatan berlangsung di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk, Rabu (20/5).
Kegiatan itu diikuti perwakilan siswa SMA sederajat di wilayah Kabupaten Aceh Timur. Acara dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Timur yang diwakili Syaifuddin, S.Pd selaku Kepala Seksi Manajemen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Mutu Kesiswaan.
Dalam sambutannya, Syaifuddin menyambut kedatangan tim Jaksa Masuk Sekolah dari Kejati Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh. Ia meminta para siswa mengikuti kegiatan dengan serius agar mendapat tambahan wawasan hukum.
“Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi para siswa. Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan seperti ini, sehingga diharapkan seluruh peserta dapat menyimak materi dengan sungguh-sungguh dan mengambil ilmu yang disampaikan,” ujarnya.
Materi penyuluhan hukum disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis. Dengan suasana santai dan interaktif, ia menjelaskan berbagai materi hukum kepada para siswa.
Materi yang dibahas meliputi pengertian hukum, tugas dan kewenangan jaksa, bahaya bullying di lingkungan sekolah, hingga maraknya praktik judi online yang menyasar kalangan remaja.
Dalam pemaparannya, Ali Rasab Lubis juga mengajak siswa menjadi generasi muda yang sadar hukum melalui slogan “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman.”
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, termasuk membahas persoalan hukum di kalangan remaja dan penggunaan media sosial secara bijak.
Untuk menambah semangat peserta, narasumber juga melempar sejumlah pertanyaan kepada siswa. Peserta yang mampu menjawab dengan benar mendapatkan souvenir berupa mug bergambar program Jaksa Masuk Sekolah.
Melalui program ini, Kejati Aceh berharap para pelajar semakin memahami pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari, menjauhi perilaku negatif, serta menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan taat hukum.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak sekolah, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Timur, tim Kejati Aceh, dan seluruh peserta. []





