NewsOlahraga

Tak Ubah Filosofi, Jaya Benahi Pertahanan Persiraja Jelang Duel Kontra PSPS

Banda Aceh – Atmosfer Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Sabtu (14/2) malam pukul 20.30 WIB, tak sekadar menjadi panggung pembuka putaran ketiga Championship 2025/26. Laga antara Persiraja Banda Aceh kontra PSPS Pekanbaru menjadi momen krusial bagi pelatih anyar Laskar Rencong, Jaya Hartono.

Datang dengan mandat memperbaiki performa tim, Jaya akhirnya menjalani debut kompetitifnya setelah kurang lebih 10 hari memimpin latihan. Waktu yang singkat, namun cukup untuk membaca kekuatan sekaligus kelemahan tim.

“Pertama terima kasih sudah diberikan kepercayaan kepada saya untuk menangani tim. Ini pertandingan pertama saya. Lebih kurang hari ini sudah 10 hari sejak penunjukan pelatih,” ujar Jaya dalam keterangannya, Sabtu (14/2).

Alih-alih melakukan revolusi taktik, pelatih berpengalaman itu memilih pendekatan konservatif: menjaga fondasi yang sudah terbentuk. Stabilitas dinilai lebih penting dibanding perubahan drastis yang berisiko mengganggu psikologis pemain.

“Filosofi yang sudah dibangun selama ini tidak akan saya ubah. Kalau dirubah, nanti mindset pemain berubah lagi,” tegasnya.

Meski tak mengutak-atik filosofi permainan, Jaya memberi perhatian serius pada satu aspek vital: transisi bertahan. Evaluasi laga sebelumnya kontra PSPS menunjukkan adanya celah yang membuat lawan terlalu mudah mencetak gol, bahkan saat Persiraja dalam posisi unggul.

“Pada saat defend, sementara kita sudah unggul, lawan begitu gampang memasukkan bola ke gawang kita. Inilah kekurangan yang saya perbaiki selama ini. Mudah-mudahan tidak terulang lagi,” katanya.

Perbaikan organisasi pertahanan menjadi pekerjaan rumah utama selama masa persiapan singkat. Secara umum kondisi skuad dinyatakan siap tempur, meski satu pemain dipastikan absen.

“Persiapan terus kita lakukan sampai menjelang hari H. Saya melihat semua kondisi pemain sangat bagus, semua siap diturunkan. Cuma ada satu pemain yang kena akumulasi, yaitu Revan, dan dia dipastikan tidak bisa turun nanti malam,” jelasnya.

Putaran ketiga dikenal sebagai fase paling menentukan dalam perebutan posisi puncak klasemen. Persaingan semakin ketat, margin kesalahan semakin kecil. Tambahan tiga poin di laga awal akan menjadi modal psikologis penting, apalagi pertandingan ini digelar tepat sebelum Ramadan.

Pemain Persiraja, Muammar Khadafi, memahami betul bobot laga tersebut.

“Pertandingan nanti malam penting buat kita, karena ini pertandingan pertama di putaran ketiga. Semua tim bakal ‘bunuh-bunuhan’ untuk berada di peringkat pertama. Insya Allah kita akan melakukan yang terbaik untuk tim dan masyarakat Aceh,” ujar Muammar.

Dukungan publik Lampineung diperkirakan kembali menjadi energi tambahan bagi tim tuan rumah. Persiraja bukan hanya bermain untuk angka di klasemen, tetapi juga untuk menjawab ekspektasi suporter yang menantikan konsistensi.

Menutup pernyataannya, Jaya meminta dukungan penuh masyarakat Aceh untuk debutnya malam ini.

“Kami akan berjuang habis-habisan. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Banda Aceh dan suporter. Kami akan berjuang sampai akhir pertandingan,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button