
Banda Aceh – Mantan Anggota DPR Aceh, Asrul Abbas membantah isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki lahan kelapa sawit di Aceh. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah situasi Aceh yang sedang dilanda bencana.
“Aspek itu sudah saya cek langsung. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, juga telah menyampaikan hal yang sama. Bahkan, saya sudah mengonfirmasi ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, dan mereka memastikan tidak ada lahan sawit atas nama Prabowo di Aceh,” kata Asrul kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (24/12).
Asrul menjelaskan bahwa yang kerap disalahpahami publik adalah keberadaan lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) di Aceh, yang bukan merupakan hak milik pribadi, melainkan milik negara.
Menurut dia, Prabowo memang pernah mengelola lahan berstatus HGU tersebut, namun tidak digunakan sebagai kebun kelapa sawit.
“Setahu saya, Prabowo memang memiliki HGU di Aceh, tapi itu hak kelola, bukan hak milik. HGU itu sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh negara,” ujar Asrul yang saat ini menjabat Wakil Ketua Pramuka Kwarda Aceh.
Ia menambahkan, lahan tersebut sudah lama tidak lagi dilakukan aktivitas penebangan kayu. Jika pun terjadi pemotongan, kata Asrul, hal itu dilakukan oleh masyarakat setempat dan bukan oleh pihak pengelola.
“Prabowo sendiri secara terbuka mengakui, kalau negara membutuhkan, ia siap mengembalikan seluruh lahan itu. Dulu pertimbangannya sederhana, daripada lahan itu jatuh ke tangan asing, lebih baik dikelola oleh anak bangsa,” ucapnya.
Asrul menilai isu kepemilikan lahan sawit tersebut sebagai fitnah politik yang tidak berdasar. Ia mengajak semua pihak untuk menghentikan penyebaran informasi keliru, terlebih di saat masyarakat Aceh tengah menghadapi bencana alam.
“Jangan menebar fitnah dan membuat gaduh. Aceh sedang berduka dan membutuhkan solidaritas. Mari kita fokus membantu korban dan percaya kepada pemerintah dalam penanganan bencana,” pungkasnya. []





