
Banda Aceh – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, S.T., M.S.M., memimpin upacara rutin perdana di halaman Kantor Dinas ESDM Aceh, Senin (2/3).
Upacara itu menjadi momen pertama Asnawi berkantor sekaligus bertindak sebagai pembina upacara setelah resmi dilantik Gubernur Aceh pada Sabtu (28/2) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sekretaris dinas, para kepala bidang, pejabat eselon IV, hingga seluruh staf di lingkungan Dinas ESDM Aceh. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.
Dalam amanatnya, Asnawi menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi seluruh jajaran untuk mendukung visi dan misi Gubernur Aceh. Menurutnya, keberhasilan program kerja tidak bisa dicapai secara individual.
“Kita harus saling bekerja sama dan bersinergi untuk mewujudkan serta menjalankan visi dan misi Bapak Gubernur Aceh. Tidak ada keberhasilan yang diraih secara individual. Semua harus bergerak bersama dalam satu tujuan,” ujarnya.
Selain menyoroti sinergi antarpersonel, Asnawi juga meminta seluruh pegawai meningkatkan disiplin kerja, khususnya terkait kepatuhan terhadap jam kerja.
“Saya meminta kepada seluruh pegawai untuk meningkatkan disiplin jam kerja. Jangan menghabiskan waktu di warung kopi pada saat jam kerja. Setelah Lebaran nanti, pengawasan akan kita perketat. Jangan sampai ada staf Dinas ESDM Aceh yang terjaring razia pada saat jam kerja,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) telah disahkan pemerintah. Karena itu, seluruh jajaran diminta segera mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas yang telah direncanakan.
“APBA sudah disahkan. Mari kita bersama-sama bekerja secara maksimal untuk menjalankan seluruh program prioritas yang telah direncanakan,” katanya.
Di akhir amanatnya, Asnawi mengajak seluruh pegawai menjaga integritas dan memperkuat kepercayaan dalam pengelolaan energi dan sumber daya mineral di Aceh.
“Mari kita saling percaya dan bekerja sama untuk mewujudkan tata kelola energi dan sumber daya mineral di Aceh menjadi semakin baik, transparan, dan efisien. Semua ini kita lakukan demi satu tujuan besar: kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Aceh,” tutupnya. []





