BisnisNews

Emas Jadi Primadona Gen Z, BSI Permudah Lewat Cicilan Digital

Banda Aceh – Minat generasi muda terhadap investasi emas terus meningkat. Hal ini tercermin dari tren cicil emas di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang melonjak signifikan dalam setahun terakhir.

BSI mencatat pertumbuhan cicil emas mencapai 123,18% secara tahunan (year on year/YoY). Mayoritas pengguna layanan ini berasal dari kalangan Gen Z dan milenial dengan porsi mencapai 61,5%.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran pola pikir anak muda yang mulai melirik instrumen investasi yang relatif aman untuk jangka menengah hingga panjang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BSI menghadirkan berbagai layanan kepemilikan emas, mulai dari cicil emas, gadai emas hingga Tabungan E-mas. Salah satu yang paling diminati adalah cicil emas logam mulia yang bisa dimulai dari 5 gram dengan tenor satu hingga lima tahun.

Skema cicilan ringan dinilai menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak muda yang ingin mulai berinvestasi namun memiliki keterbatasan modal awal.

“Emas merupakan instrumen investasi yang stabil dan relatif aman dalam jangka panjang. Melalui program ini, kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi anak muda agar bisa mulai membangun portofolio investasi sejak dini,” ujar Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna, Kamis (30/4).

BSI juga mengintegrasikan layanan ini melalui platform digital BYOND by BSI. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengajukan cicilan emas secara real time dengan proses yang cepat dan praktis.

Selain untuk investasi, cicil emas juga dinilai relevan untuk perencanaan keuangan, termasuk persiapan biaya haji. Nasabah dapat memanfaatkan cicilan emas untuk menyiapkan dana pelunasan, atau menggunakan layanan gadai emas saat membutuhkan dana cepat.

BSI menilai produk ini tidak hanya membantu perencanaan keuangan masyarakat, tetapi juga mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia.

“Kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi generasi muda dalam mencapai kemandirian finansial, sekaligus mendorong pertumbuhan inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button