NewsOlahraga

Tak Bisa Sembarangan, Turnamen di Aceh Kini Wajib Ikuti Standar PSSI

Banda Aceh – PSSI Aceh menegaskan aturan baru bagi seluruh turnamen sepak bola yang digelar di wilayah Aceh mulai 2026. Setiap tim yang berpartisipasi diwajibkan memiliki pelatih kepala berlisensi minimal D PSSI.

Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 023/PSSI-ACEH/IV-2026 yang ditandatangani Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin.

“Setiap klub yang ikut turnamen wajib ditangani head coach berlisensi D PSSI,” kata Nazaruddin kepada wartawan, Selasa (28/4).

Tak hanya soal pelatih, PSSI Aceh juga mewajibkan setiap tim menurunkan minimal satu pemain muda dalam susunan pemain inti saat pertandingan berlangsung. Pemain tersebut harus berasal dari kelompok usia kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010.

Jika pemain muda tersebut diganti di tengah pertandingan, maka penggantinya juga harus berasal dari kategori usia yang sama.

Aturan ini berlaku untuk seluruh kompetisi, baik yang didanai sponsor swasta, anggaran pemerintah (APBA/APBK), maupun turnamen antar kampung (tarkam) di kabupaten/kota.

Selain itu, penyelenggara turnamen juga diwajibkan mendapatkan rekomendasi dari PSSI Aceh atau PSSI kabupaten/kota setempat.

Menurut Nazaruddin, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di Aceh, khususnya dalam memberikan jam terbang dan membangun mental bertanding pemain muda.

“Ini bagian dari upaya pembinaan berjenjang agar talenta muda Aceh semakin berkembang dan siap bersaing di level nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, aturan ini juga diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai ajang seperti Pra PON, PON, hingga kompetisi daerah seperti PORA. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button