
Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan negara-negara yang mengambil langkah diplomatik dengan mengusir duta besar Amerika Serikat (AS) dan Israel akan diberikan kemudahan untuk melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC sebagaimana dilaporkan media APA yang mengutip Teheran Times, Selasa (10/3). Kebijakan itu disebut akan diberlakukan dalam waktu dekat.
IRGC menyebut negara-negara Arab maupun Eropa yang memutuskan memutus hubungan diplomatik dengan kedua negara tersebut akan memperoleh akses bebas menggunakan jalur strategis Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi rute utama distribusi energi global.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari sikap politik Iran di tengah memanasnya situasi di kawasan Asia Barat.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut konflik di kawasan tersebut berpotensi segera berakhir.
IRGC menegaskan bahwa Iran memiliki peran utama dalam menentukan akhir dari konflik tersebut.
“Kamilah yang akan menentukan akhir dari perang ini,” demikian pernyataan IRGC.
Menurut mereka, keseimbangan kekuatan di kawasan kini berada di tangan militer Iran, bukan ditentukan oleh keberadaan pasukan Amerika Serikat.
“Persamaan kekuatan dan masa depan kawasan kini berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan menjadi pihak yang mengakhiri perang,” lanjut pernyataan tersebut. []





