
Banda Aceh – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh akan menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSH) pada semester kedua tahun ini sebagai upaya mempertemukan talenta digital lokal dengan dunia industri, investor, dan berbagai peluang pengembangan usaha yang selama ini dinilai belum terhubung secara optimal.
Program tersebut digagas setelah Komdigi melihat besarnya potensi ekosistem digital di Banda Aceh yang tumbuh melalui komunitas, startup, dan perguruan tinggi, namun masih menghadapi tantangan dalam membangun kolaborasi dan memperluas akses ke pasar.
Perwakilan Komdigi yang mengampu program Garuda Spark Innovation Hub, Farhan mengatakan Banda Aceh memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi digital. Berbagai komunitas dan startup telah menjalankan beragam aktivitas dan inovasi, tetapi masih membutuhkan ruang kolaborasi yang dapat menyatukan seluruh elemen ekosistem.
“Kami melihat peluangnya besar. Aktivitas yang dijalankan komunitas, startup, dan kampus sebenarnya sudah cukup masif. Karena itu, Garuda Spark Innovation Hub hadir sebagai platform bersama untuk mengembangkan ekosistem startup, talenta digital, dan inovasi di Banda Aceh,” kata Farhan dalam kegiatan temu ramah dengan komunitas digital di Banda Aceh, Selasa (9/6).
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi pelaku ekosistem digital saat ini adalah belum terhubungnya berbagai pihak yang sebenarnya memiliki potensi untuk bekerja sama.
Melalui Garuda Spark, komunitas, startup, akademisi, pemerintah, hingga sektor swasta akan memiliki ruang untuk membangun program bersama, berbagi peluang, dan mengembangkan inovasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital daerah.
Sementara itu, Manager Telkom AI Center, Jurnalis, menilai kualitas sumber daya manusia digital di Aceh tidak kalah dibanding daerah lain. Banyak anak muda Aceh memiliki kemampuan di bidang teknologi dan kecerdasan buatan, namun belum memperoleh ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi tersebut di daerah sendiri.
Menurutnya, keterbatasan industri digital di Aceh membuat banyak talenta muda memilih bekerja secara freelance atau mencari peluang di luar daerah.
“Anak-anak muda Aceh sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat baik. Banyak yang memiliki skill digital, tetapi belum terserap secara maksimal oleh industri. Akibatnya, mereka mencari peluang sendiri melalui pekerjaan freelance atau harus keluar daerah untuk mengembangkan kariernya,” ujarnya.
Ia menilai penguatan ekosistem digital tidak hanya bergantung pada peningkatan keterampilan, tetapi juga perlu dibarengi dengan terbukanya akses terhadap peluang kerja dan proyek-proyek digital.
Karena itu, pemerintah didorong untuk memberi ruang lebih besar kepada startup lokal agar dapat terlibat dalam berbagai kebutuhan layanan digital pemerintah.
“Ke depan, startup lokal perlu diberi kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam pengembangan sistem informasi, aplikasi, dan berbagai layanan digital lainnya. Potensi itu sebenarnya ada di Aceh,” katanya.
Dalam ekosistem tersebut, Garuda Spark Innovation Hub akan berperan sebagai penghubung antara talenta digital, dunia usaha, investor, akademisi, media, dan pemerintah melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.
Kehadiran platform ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya kerja sama baru, membuka peluang usaha, sekaligus memperluas akses talenta lokal terhadap kebutuhan industri.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut kehadiran program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem digital yang selama ini tumbuh secara organik di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan saat ini terdapat ratusan komunitas dan ekosistem digital yang aktif di Banda Aceh. Namun aktivitas mereka masih tersebar dan belum memiliki pusat kolaborasi yang representatif.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Garuda Spark Innovation Hub akan difasilitasi di Gedung BAA kawasan Blang Padang sebagai pusat kegiatan komunitas digital, startup, dan talenta teknologi.
“Dengan adanya Garuda Spark Innovation Hub, komunitas dan startup memiliki tempat untuk berkumpul, berdiskusi, membangun inovasi, dan melahirkan usaha-usaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Zubir. []





