
Banda Aceh – Minat masyarakat Aceh berinvestasi di pasar modal terus meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, jumlah investor pasar modal di provinsi tersebut mencapai 224.722 Single Investor Identification (SID) hingga Desember 2025. Angka itu tumbuh 51,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Seiring meningkatnya jumlah investor, nilai transaksi saham di Aceh juga tercatat mencapai Rp2 triliun sepanjang periode yang sama.
Melihat tren positif tersebut, PT BNI Sekuritas memperkuat kehadirannya di Banda Aceh dengan memperbarui kantor cabang yang difokuskan sebagai pusat edukasi, diskusi, dan pendampingan investasi. Cabang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai titik layanan, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi investor maupun masyarakat yang ingin mengenal pasar modal lebih jauh.
Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas, Rohma Fitri Murniawati, mengatakan peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin besarnya partisipasi masyarakat, khususnya investor ritel, yang kini lebih mudah mengakses pasar modal melalui platform digital.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan literasi agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara tepat.
“Pertumbuhan investor di Aceh merupakan sinyal positif bahwa minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat. Tantangan berikutnya bagi kami para pelaku pasar modal adalah memastikan pertumbuhan tersebut diiringi dengan literasi yang memadai agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Karena itu, kami ingin menghadirkan cabang sebagai ruang belajar, diskusi, dan pendampingan investasi,” kata Fitri saat peresmian kembali kantor cabang BNI Sekuritas di Banda Aceh, Senin (21/7).
Sebagai bagian dari peresmian, BNI Sekuritas juga menggelar sesi live trading yang dipandu tim riset ritel perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, nasabah diperlihatkan secara langsung proses analisis pasar, mulai dari membaca sentimen, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pergerakan harga saham, hingga memahami bagaimana keputusan investasi disusun berdasarkan kondisi pasar secara real time.
Fitri menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman investor terhadap mekanisme transaksi saham sekaligus mengasah kemampuan dalam mengambil keputusan investasi berdasarkan analisis yang matang dan pengelolaan risiko.
“Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman investor mengenai mekanisme transaksi, sekaligus mengasah kemampuan berpikir dalam pengambilan keputusan investasi yang didasarkan pada analisis yang matang dan pengelolaan risiko yang baik,” ujarnya.
Selain memperkuat edukasi, BNI Sekuritas juga menghadirkan layanan transaksi saham syariah melalui Sharia Online Trading System (SOTS) yang terintegrasi dalam aplikasi BIONS. Layanan tersebut dinilai relevan mengingat Aceh menerapkan ekosistem keuangan berbasis prinsip syariah.
Melalui fasilitas itu, investor dapat bertransaksi pada saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah sesuai ketentuan yang berlaku dan preferensi investasi masing-masing.
Ke depan, BNI Sekuritas menegaskan akan terus memperkuat peran kantor cabang sebagai bagian dari ekosistem layanan yang terintegrasi dengan platform digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses investasi sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Aceh. []



