News

SLB TNCC Banda Aceh Latih Guru dan Murid Hadapi Kebakaran

Banda Aceh – SLB TNCC menggelar simulasi pemadaman kebakaran di lingkungan sekolah, Kamis (21/5). Kegiatan itu dilakukan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) guna meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah menghadapi potensi kebakaran.

Simulasi dilakukan dengan dua metode, yakni pemadaman api secara konvensional dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan tersebut turut didampingi petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh yang memberikan arahan kepada peserta.

Praktik dilakukan secara bergantian oleh guru dan murid agar seluruh warga sekolah memahami langkah penanganan awal saat terjadi kebakaran. Peserta juga diberikan edukasi terkait cara penggunaan APAR, teknik dasar memadamkan api, hingga prosedur keselamatan saat kondisi darurat.

Selain itu, peserta turut diajarkan penggunaan alat tradisional seperti karung basah untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran akibat penggunaan kompor.

Ketua SPAB SLB TNCC, Nanno Liwaul Hamdi, mengatakan kegiatan tersebut penting dilakukan agar warga sekolah memahami prosedur yang tepat saat menghadapi kebakaran.

“Kegiatan ini penting dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan edukasi bagi seluruh warga sekolah. Kami berharap guru maupun murid dapat memahami prosedur penanganan awal kebakaran dengan baik dan benar,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nanny Eva, menyebut praktik tersebut menjadi pengalaman bermanfaat bagi peserta didik, terutama dalam menanamkan keberanian, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Sekolah Nanny DM Ria Hidayati mengatakan kegiatan SPAB menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, kesiapsiagaan harus terus dilatih agar seluruh warga sekolah mampu bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat.

“Siswa berkebutuhan khusus adalah kelompok masyarakat rentan yang perlu mendapatkan edukasi kesiapsiagaan bencana sejak dini dan kita mulai dari level sekolah. Para siswa juga dilibatkan secara merata, mulai dari autisme, tunagrahita, tunarungu hingga masalah komunikasi, sehingga diharapkan dapat dipraktikkan secara mandiri jika berhadapan dengan api,” katanya.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala guna meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Kegiatan simulasi berlangsung tertib dan aman serta mendapat antusiasme tinggi dari guru maupun murid yang mengikuti praktik pemadaman kebakaran tersebut. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button