
Banda Aceh – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menyiapkan program beasiswa bagi 2.000 mahasiswa asal Aceh untuk melanjutkan pendidikan di provinsi itu. Seluruh biaya pendidikan dalam program tersebut ditanggung oleh Pemprov Kalimantan Timur.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud mengatakan, program beasiswa ini merupakan bentuk dukungan lanjutan Pemprov Kaltim bagi masyarakat Aceh yang sedang dilanda musibah bencana banjir dan longsor, selain bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan sebelumnya.
Menurut dia, sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan jangka panjang pascabencana.
“Kami menyediakan kuota bagi 2.000 mahasiswa asal Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan di Kalimantan Timur. Seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah daerah,” kata Rudy Mas’ud saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (2/1).
Rudy berharap program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda Aceh. Ia menilai, akses pendidikan yang baik akan memperkuat sumber daya manusia dan berkontribusi pada proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Program beasiswa ini direncanakan mencakup berbagai jenjang dan bidang studi di perguruan tinggi yang berada di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kaltim juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurut Rudy, kerja sama antarprovinsi dalam bidang pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun solidaritas nasional sekaligus investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Dalam kunjungan ke Aceh, Rudy Mas’ud juga menyerahkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Kalimantan Timur senilai Rp1,5 miliar.
Selain bantuan dana, Pemerintah Provinsi Kaltim juga telah menurunkan tim relawan ke wilayah terdampak, yaitu di Kabupaten Aceh Tamiang, untuk membantu penanganan di lapangan.
“Kami berharap Aceh dapat segera pulih dan bangkit seperti sedia kala. Masyarakat Kalimantan Timur ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kami di Aceh,” pungkasnya. []





