
Jakarta – Pemerintah Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menandatangani kesepakatan bersama pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta-Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Kerja sama ini disebut bakal memangkas biaya logistik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.
Penandatanganan dilakukan di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Jakarta, Sabtu (23/5).
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun, mengatakan kerja sama tersebut memiliki nilai strategis karena memperkuat konektivitas transportasi laut.
“Selain memperkuat konektivitas transportasi laut, Aceh memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka,” katanya.
Nasir menjelaskan, selama ini distribusi barang dari Pulau Jawa menuju Aceh masih sangat bergantung pada jalur darat lintas Sumatera. Kondisi tersebut membuat waktu tempuh menjadi panjang dan biaya operasional tinggi.
“Ini membutuhkan waktu tempuh panjang dan biaya operasional tinggi,” katanya.
Karena itu, pengoperasian lintasan RoRo Jakarta-Malahayati diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik dan memperpendek rantai pasok.
“Dapat memperlancar distribusi logistik, mempersingkat waktu tempuh, memperpendek rantai pasok, membuka akses yang lebih luas bagi produk unggulan Aceh, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam pengembangan lintasan tersebut.
“Fokus utama kerja sama tersebut adalah pengoperasian dan pengembangan lintasan penyeberangan strategis Jakarta–Pelabuhan Malahayati Aceh sebagai bagian dari transformasi layanan ASDP menuju penguatan layanan Long Distance Ferry (LDF),” katanya.
Dalam agenda penandatanganan itu, Sekda Aceh turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T Robby Irza, Kepala Dinas Perhubungan Aceh T Faisal, serta sejumlah kepala biro di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh. []






