
Pidie Jaya – Banjir besar yang melanda Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menyebabkan wilayah itu lumpuh total. Akses jalan terputus, listrik padam, dan jaringan komunikasi hilang sejak empat hari terakhir.
Kondisi ini membuat ribuan warga terisolasi tanpa pasokan air bersih, makanan, pakaian, dan tempat berlindung yang layak.
“Sudah 3 hari, warga tidak makan dan tidak minum, kelangkaan air dan makanan. Sumur sudah kesumbat lumpur semua,” ujar warga Meurah Dua, Shaivannur dalam keterangannya, Sabtu (29/11) malam.
Hasil amatan Shaivannur, banjir disertai lumpur tebal merendam hampir seluruh wilayah pesisir Pantai Timur Aceh. Rumah-rumah warga mengalami kerusakan parah setelah dihantam arus deras dan material lumpur.
“Rumah-rumah 90 persen tidak layak tepati lagi, sudah lumpur setengah bangunan rata-rata,” kata Shaivannur.
Akses menuju lokasi terdampak tidak dapat dilalui kendaraan. Lumpur menutup badan jalan, sementara aliran listrik dan jaringan internet terputus total.
“Orang-orang tidak bisa diupdate informasi. Lokasi banjir tidak bisa diakses. Lumpur, tidak ada listrik, tidak ada internet. Lumpuh total,” tuturnya.
Selain kehilangan tempat tinggal, warga kini menghadapi krisis kebutuhan dasar. “Masyarakat kelangkaan air bersih, makanan, dan pakaian. Jangankan air minum, air sumur aja ga ada. Lumpur semua,” kata Shaivannur.
Ia menilai kondisi ini sudah selayaknya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Harusnya ini bencana Nasional,” kata Shaivannur. []





