BisnisNewsSosok

Bukan Sorotan, Tapi Ketulusan: Perjalanan Julyanto di BSI

Jakarta – Dalam dunia kerja yang kerap dipenuhi ambisi pribadi, sosok Julyanto menghadirkan cerita berbeda. Lulusan S1 Ekonomi & Administrasi Universitas Negeri Jakarta ini mengawali kariernya sebagai agent call center di BTN pada tahun 2016. Dari situlah ia belajar arti kesabaran, ketekunan, dan empati dalam melayani masyarakat.

Perjalanannya kemudian membawanya ke Bank Syariah Mandiri, hingga akhirnya berlabuh di Bank Syariah Indonesia (BSI). Selama hampir satu dekade menjadi garda terdepan layanan, Julyanto tumbuh sebagai pribadi yang matang dalam memahami kebutuhan nasabah. Ia percaya bahwa setiap interaksi adalah kesempatan untuk menghadirkan solusi, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai perbankan syariah ke masyarakat luas.

Kini menjabat sebagai Team Leader Digital Media Social (DMS) Contact Center BSI, Julyanto dikenal rendah hati dan penuh ketulusan. Ia tidak mengejar sorotan atau prestasi pribadi. Justru, kebanggaan terbesarnya adalah ketika melihat tim yang dipimpinnya tumbuh, berkembang, dan meraih prestasi. Ia berperan sebagai penyeimbang, menciptakan suasana harmonis, disiplin, dan penuh kekeluargaan di dalam tim.

Kesederhanaannya membuatnya tidak pernah merasa lebih tinggi dari siapa pun. Bagi Julyanto, kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan tentang keikhlasan mendukung orang lain untuk bersinar. Filosofi itulah yang menjadikannya sosok penting di balik keberhasilan tim Contact Center BSI, meski namanya jarang tampil di depan.

“Prestasi terbesar saya adalah ketika anggota tim saya berhasil,” ucapnya dengan tulus, Jumat (31/10/2025).

Kesederhanaan membuatnya tidak pernah mengejar sorotan, melainkan makna. Bagi Julyanto, keberhasilan bukan diukur dari seberapa tinggi dirinya berdiri, melainkan dari seberapa banyak orang yang bisa ia tuntun untuk ikut berdiri tegak.

Dari ruang call center hingga kursi team leader, ia membuktikan bahwa ketulusan dan kerendahan hati adalah energi abadi yang mampu melahirkan prestasi kolektif. Di balik sosok yang tenang, ia sejatinya sedang menulis kisah kepemimpinan yang meninggalkan jejak, bukan hanya di perusahaan, tetapi juga di hati banyak orang. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button