News

256 Caba TNI AD Lulus Pantukhir di Kodam IM, Anak Petani Mendominasi

Banda Aceh – Kodam Iskandar Muda mengumumkan hasil Sidang Penentuan Akhir (Pantukhir) Seleksi Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Dari 296 peserta yang mengikuti seleksi tingkat akhir, sebanyak 256 orang dinyatakan lulus.

Pengumuman hasil Pantukhir tersebut dilakukan di Rindam Iskandar Muda, Jumat (12/6), setelah para peserta menjalani serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung secara berjenjang.

Sebelum mencapai tahap akhir, seluruh peserta mengikuti berbagai pengujian, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, psikologi, hingga tes lainnya sesuai standar yang ditetapkan TNI Angkatan Darat.

Kodam Iskandar Muda menyebut proses seleksi merupakan bagian dari upaya TNI AD menjaring putra-putra terbaik bangsa yang akan dipersiapkan menjadi prajurit profesional, disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada negara.

Dalam pelaksanaannya, Kodam IM menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Panitia juga mengklaim terus melakukan pembaruan sistem serta pemanfaatan teknologi guna memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prosedur.

Dari total 296 peserta yang mengikuti Pantukhir, sebanyak 256 orang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan pertama militer. Sementara 40 peserta lainnya dinyatakan tidak lulus berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh.

Sebanyak 163 peserta yang lulus akan mengikuti pendidikan kecabangan Infanteri di Rindam Iskandar Muda. Sedangkan 93 peserta lainnya akan menjalani pendidikan kecabangan non-Infanteri di sejumlah lembaga pendidikan TNI AD di Pulau Jawa sesuai kebutuhan organisasi.

Menariknya, peserta yang dinyatakan lulus berasal dari beragam latar belakang keluarga. Berdasarkan data yang dihimpun, anak petani menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 92 orang.

Selain itu, terdapat 32 peserta yang merupakan anak anggota TNI aktif, 23 anak pedagang, 21 anak yatim atau piatu, 16 anak PNS, masing-masing 9 anak guru dan karyawan, serta masing-masing 8 anak buruh dan sopir.

Kemudian terdapat masing-masing 6 peserta dari keluarga wiraswasta, purnawirawan TNI, dan anggota Polri. Sementara empat peserta berasal dari keluarga nelayan.

Peserta lainnya berasal dari berbagai profesi orang tua, seperti kepala desa, kontraktor, ASN/PPPK, petugas keamanan, mekanik mobil, peternak ayam, wartawan, tukang jahit hingga tukang becak.

Kodam IM menilai keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI AD terbuka bagi seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi keluarga.

Kodam IM juga kembali menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan prajurit TNI AD dilaksanakan secara gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. TNI AD juga menyatakan tidak memberi ruang bagi praktik percaloan, pungutan liar maupun berbagai bentuk kecurangan lainnya.

Menurut Kodam IM, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil yang diperoleh selama mengikuti seleksi.

Para peserta yang dinyatakan lulus diharapkan segera mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan pertama militer yang akan menjadi tahap awal pembentukan karakter, mental, disiplin, kepemimpinan, dan profesionalisme sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button