News

Kisah Sukses Fajar Diterima Jadi Prajurit TNI AD, Dulu Tukang Panjat Kelapa

Aceh Besar – Muhammad Fajar tak menyangka namanya masuk dalam daftar 1.630 peserta yang dinyatakan lulus seleksi Tamtama Prajurit Karier (PK) Gelombang II TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2025 di Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM).

Di tengah himpitan ekonomi keluarga, Fajar membuktikan bahwa dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, impiannya menjadi prajurit TNI akhirnya terwujud.

Fajar merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya. Ia telah kehilangan sosok ayah sejak usia delapan tahun.

Sejak saat itu, ibunya, Yusnita, berjuang seorang diri menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan sayur keliling dari kampung ke kampung. Hidup dalam kesederhanaan tak membuat Fajar patah semangat. Justru keterbatasan itulah yang memupuk tekad dan semangat juangnya untuk meraih impian menjadi abdi negara.

“Ayah meninggal saat saya masih kecil, sejak itu ibu yang menjadi segalanya buat kami. Saya tidak ingin jadi beban. Saya ingin membanggakan ibu,” ujar Fajar, beberapa waktu lalu.

Tak hanya membantu ibunya berjualan, Fajar juga bekerja sebagai tukang panjat kelapa. Setiap hari, ia memanjat puluhan pohon kelapa untuk mengambil buahnya dan menjual kelapa muda ke pasar demi mengumpulkan uang.

Semua hasil kerja kerasnya ditabung untuk membiayai proses seleksi masuk TNI AD — mulai dari kebutuhan administrasi, transportasi, hingga makan dan minum selama mengikuti tahapan seleksi.

“Cita-cita saya memang ingin menjadi tentara sejak kecil. Walaupun hidup kami susah, saya tidak pernah menyerah. Saya kerja apa saja yang penting halal, demi bisa ikut tes,” tambahnya.

Perjuangan Fajar akhirnya membuahkan hasil. Ia dinyatakan lulus murni dalam seleksi penerimaan calon prajurit TNI AD tahun ini. Kabar kelulusan itu menjadi momen penuh haru bagi ibunya, Yusnita, yang selama ini tak pernah lelah menyemangati dan mendoakan anaknya.

“Alhamdulillah, akhirnya cita-cita anak saya tercapai juga. Saya bangga karena dari kecil dia sudah menunjukkan semangat, nggak pernah ngeluh walau hidup kami susah. Saya cuma bisa mendoakan semoga dia jadi tentara yang kuat, jujur, dan selalu ingat sama Allah serta tetap jadi kebanggaan keluarga,” ujar Yusnita dengan suara bergetar menahan haru.

Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal ikut terharu sekaligus bangga mendengar kisah Fajar.

“Ini adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Justru, dalam keterbatasan itu tumbuh semangat juang dan ketangguhan mental yang luar biasa,” ujar Niko dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).

Niko menambahkan bahwa TNI AD selalu membuka kesempatan bagi seluruh anak bangsa yang memiliki tekat kuat, integritas, dan semangat pengabdian yang tinggi.

“Kami tidak menilai dari status ekonomi. Siapa pun yang memenuhi syarat dan memiliki kemampuan, semangat, serta disiplin tinggi, memiliki peluang yang sama untuk menjadi prajurit TNI AD,” tambah Niko Fahrizal.

Ia juga menegaskan bahwa kisah seperti Fajar harus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di seluruh penjuru Tanah Air.

“Jangan pernah menyerah. Selama masih ada niat baik, kerja keras, dan doa orang tua, insya Allah jalan akan terbuka. Jadilah pemuda yang pantang menyerah, seperti Fajar,” tegasnya.

Jenderal TNI bintang dua ini juga berharap agar Fajar dapat terus menjaga semangat dan integritas selama menjalani pendidikan militer hingga menjadi prajurit TNI AD yang profesional, tangguh, dan berjiwa patriot.

“Kami akan mendidik Fajar menjadi prajurit yang hebat, disiplin, dan cinta tanah air. Semoga kelak ia menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menjadi kebanggaan bagi keluarganya, masyarakat Aceh, serta bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.630 peserta dinyatakan lulus dalam seleksi Tamtama Prajurit Karier (PK) Gelombang II TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2025 di Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM). 955 di antaranya merupakan putra asli Aceh.

Dari 1.630 peserta itu, sebanyak 1.180 calon prajurit akan menempuh pendidikan pertama di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Iskandar Muda dengan kecabangan Infanteri.

Sementara 450 calon prajurit lainnya akan melanjutkan pendidikan kecabangan lain di berbagai lembaga pendidikan militer TNI AD di luar wilayah Kodam IM.

Pembacaan hasil Sidang Pantukhir digelar di Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM), Kamis (17/7/2025), dan menjadi tahap akhir dari serangkaian seleksi panjang untuk menjaring generasi muda terbaik bangsa yang siap mengabdi sebagai prajurit TNI AD. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button