Kampus

[Jurnal] Kedudukan Uleebalang Ampon Syik Samalanga Berdasarkan Sumber Aceh

Avicenna Al Maududdy, M.Hum
Magister Sejarah Peradaban Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Pendahuluan
Kerajaan Aceh Darussalam merupakan salah satu kerajaan besar yang memiliki sistem pemerintahan yang kuat dengan aturan-aturan yang telah terstruktur. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Aceh mengalami masa kejayaan dengan ekspansi ke berbagai wilayah di Sumatra dan Semenanjung Melayu. Sejumlah aturan dan adat istiadat kerajaan dimasukkan dalam konstitusi bernama “Ma Baina As Salatin”, yang kemudian dikenal sebagai “Qanun Meukuta Alam”. Selain itu, Aceh juga mengalami perkembangan pesat dalam bidang sastra dan kebudayaan Islam.

Salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Aceh adalah Tun Seri Lanang, yang juga dikenal sebagai Tuan Seberang. Beliau merupakan tokoh dari Kerajaan Johor yang ditawan dan kemudian diberikan jabatan strategis di Aceh, termasuk sebagai Uleebalang Samalanga.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kedudukan Tun Seri Lanang dalam struktur pemerintahan Aceh berdasarkan sumber sejarah utama seperti “Ma Baina As Salatin” dan “Sarakata Uleebalang Kenegerian Samalanga”.

Sejarah Tun Seri LanangTun Seri Lanang, atau Tun Muhammad Seri Lanang, adalah seorang bangsawan Johor yang berasal dari keturunan Bendahara Melaka. Beliau awalnya menjabat sebagai Bendahara Johor sebelum akhirnya ditawan oleh Aceh pasca-penaklukan Batu Sawar pada tahun 1613.

Setelah ditawan, ia tidak hanya diperlakukan dengan baik oleh Sultan Iskandar Muda, tetapi juga diberikan kepercayaan untuk memegang jabatan penting di Aceh. Tun Seri Lanang ditunjuk sebagai Uleebalang Samalanga, yang menjadikannya sebagai pemimpin dalam pemerintahan setempat dengan otoritas yang luas.

Sebagai seorang cendekiawan, Tun Seri Lanang juga dikenal sebagai penulis “Sulalatus Salatin” (Sejarah Melayu), sebuah karya sastra bersejarah yang menjadi rujukan utama dalam memahami sejarah bangsa Melayu.

Dalam karyanya, beliau menekankan struktur sosial dan sistem pemerintahan Melayu serta bagaimana raja-raja memiliki hubungan dengan rakyatnya. Peran Tun Seri Lanang Berdasarkan Kitab Ma Baina As SalatinKitab “Ma Baina As Salatin” beberapa kali menyebut nama Tun Seri Lanang dengan gelar Tuan Seberang. Beberapa perannya yang dicatat dalam kitab ini meliputi:

1. Sebagai Penerima Kitab Ma Baina As Salatin
Kitab ini disalin ulang atas permintaan Tuan Seberang pada masa pemerintahan Sultanah Safiatuddin Syah. Hal ini menunjukkan bahwa beliau memiliki peran penting dalam penegakan hukum dan adat istiadat Aceh.

2. Sebagai Salah Satu Orang Kaya Empat
Dalam struktur pemerintahan Aceh, beliau diangkat sebagai salah satu dari empat pembesar utama yang mengurus berbagai aspek pemerintahan.

  1. Sebagai Anggota Orang Kaya Delapan

Nama beliau tercantum sebagai salah satu dari delapan pembesar utama Aceh, yang menunjukkan bahwa pengaruhnya sangat luas dalam kebijakan pemerintahan.

4. Sebagai Panglima Bandar
Dalam kitab ini juga disebutkan bahwa beliau diangkat sebagai Panglima Bandar, yang bertugas mengatur pelabuhan dan perdagangan Aceh, salah satu sektor ekonomi terpenting kerajaan pada masa itu.

Peran Tun Seri Lanang Berdasarkan Sarakata Uleebalang Kenegerian SamalangaSelain dalam kitab “Ma Baina As Salatin”, kedudukan Tun Seri Lanang juga diperkuat dalam “Sarakata Uleebalang Kenegerian Samalanga” yang dikeluarkan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1613. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa wilayah Samalanga dianugerahkan kepada Datuk Bendahara Seri Paduka Tuan Seberang beserta keturunannya. Sarakata ini kembali diperbarui pada masa pemerintahan Sultanah Safiatuddin Syah pada tahun 1645 M.

Selain itu, sarakata yang diterbitkan ulang pada masa Sultan Alaiddin Ibrahim Mansur Syah (1836-1870) mencatat garis keturunan para Uleebalang Samalanga dari Tun Seri Lanang hingga generasi berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa peran beliau tidak hanya berdampak pada masa hidupnya tetapi juga terus diwariskan kepada keturunannya dalam pemerintahan lokal di Samalanga.

5. Mohor (Stempel) Kenegerian Samalanga

Kesimpulan
Tun Seri Lanang atau Tuan Seberang telah memainkan peranan yang sangat strategis dalam pemerintahan Aceh Darussalam, baik sebagai penasihat Sultan maupun sebagai Uleebalang Samalanga. Kedudukannya sebagai Orang Kaya Empat, Panglima Bandar, dan anggota Orang Kaya Delapan menunjukkan bahwa beliau adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam sistem politik Aceh. Berdasarkan “Ma Baina As Salatin” dan “Sarakata Uleebalang Kenegerian Samalanga”, peran beliau dalam menjaga hukum, adat istiadat, serta administrasi pemerintahan sangat besar. Dengan demikian, Tun Seri Lanang tidak hanya dikenal sebagai seorang cendekiawan dan sejarawan, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki kontribusi signifikan dalam sejarah politik Aceh Darussalam.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button