
Banda Aceh – Salah satu pedagang di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, Nurbaiti mengungkapkan keluhannya soal menurunnya daya beli masyarakat yang semakin terasa.
Menurutnya, situasi ekonomi yang sulit membuat pembeli enggan datang ke pasar. Apalagi, sejak relokasi pedagang dari Pasar Peunayong ke Pasar Al-Mahirah pada awal 2021, perputaran transaksi semakin lesu.
Keluhan tersebut disampaikan Nurbaiti saat bertemu dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dalam kunjungan ke Pasar Al-Mahirah, Selasa (25/2/2025).
“Sekarang di mana-mana ada pasar. Lapak sewa mahal, pembeli terbatas. Sudah empat tahun saya sewa di sini, tapi sulit sekali berjualannya,” ungkap Nurbaiti.
Wagub Fadhlullah berkunjung ke Pasar Al-Mahirah didampingi oleh Asisten II Setda Aceh, Zulkifli. Peninjauan tersebut bertujuan untuk memantau aktivitas jual-beli menjelang bulan suci Ramadhan, serta mengecek harga kebutuhan pokok.
Dalam kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Dek Fadh ini juga berinteraksi langsung dengan para pedagang, termasuk penjual daging sapi segar, ayam ras, dan bahan kebutuhan lainnya.
Berdasarkan pantauan, harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga daging sapi yang mencapai Rp150.000 per kilogram, daging ayam ras yang dijual dengan harga Rp60.000 hingga Rp65.000 per ekor.
Kemudian, bahan-bahan lainnya seperti bawang merah yang dibanderol Rp35.000 per kilogram, cabai Rp45.000, dan tomat Rp10.000 per kilogram. Selain itu, harga telur berada di kisaran Rp48.000 hingga Rp50.000, sementara harga beras mencapai Rp215.000 per 15 kilogram.
“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga menjelang Ramadhan. Namun, kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga agar masyarakat tidak terbebani,” ujarnya. []





