
Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Aceh menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial dan kebangsaan di Banda Aceh.
Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, Fadlullah yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya acara seremonial semata, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari pengorbanan besar para pahlawan. Tugas kita adalah menjaga dan mengisinya dengan pembangunan yang berkeadilan dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujar Fadlullah, yang akrab disapa Dek Fadh.
Mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” Gerindra Aceh menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-80, Gerindra Aceh menggelar sejumlah kegiatan sebagai berikut:
1. Pembagian Bendera Merah Putih
Lokasi: Simpang Lima, Banda Aceh
Waktu: Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB hingga selesai
2. Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Lokasi: Makam Pahlawan Gampong Ateuk
Waktu: Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 15.00 WIB hingga selesai
3. Pasar Murah
Lokasi: Kantor DPD Partai Gerindra Aceh
Waktu: Sabtu, 16 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB hingga selesai
4. Acara “Gerindra Aceh Bersama Abang Becak”
Lokasi: Kantor DPD Partai Gerindra Aceh
Waktu: Sabtu, 16 Agustus 2025, pukul 15.00 WIB hingga selesai
5. Kolaborasi Gerindra Aceh dan Gampong Lueng Bata
Lokasi: Gampong Lueng Bata
Waktu: Senin, 18 Agustus 2025, pukul 15.00 WIB hingga selesai
Ketua Panitia HUT RI ke-80 Gerindra Aceh, Kesuma Fachridha, yang didampingi oleh Sekretaris Panitia Muhammad Ridho, mengajak seluruh pengurus DPD, kader, serta sayap partai untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami mengajak masyarakat Aceh untuk memaknai HUT ke-80 ini sebagai kesempatan mempererat semangat gotong royong, menjaga kedaulatan, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” ujar Kesuma. []





