
Aceh Utara – Tim Apoteker Tanggap Bencana yang berada di bawah naungan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Aceh melaksanakan sejumlah kegiatan kemanusiaan bagi penyintas banjir di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (14/3).
Kegiatan tersebut menyasar 121 jiwa penyintas dari 27 kepala keluarga (KK) yang saat ini masih bertahan di kamp pengungsian desa setempat.
Berbagai layanan kemanusiaan diberikan kepada para penyintas, di antaranya sunat gratis bagi anak-anak, pelayanan kesehatan gratis, trauma healing untuk anak-anak, pembagian bingkisan lebaran, hingga buka puasa bersama warga di kamp pengungsian.
Selain itu, Tim IAI Aceh juga berkolaborasi dengan Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) untuk menyalurkan berbagai bantuan logistik, seperti sembako, peralatan sanitasi, pakaian baru, serta dukungan layanan sanitasi yang layak digunakan para pengungsi.
Ketua Pengurus Daerah IAI Aceh, Apt. Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan donasi bagi korban banjir di Aceh.
“Terima kasih kepada seluruh sejawat apoteker di seluruh Indonesia serta masyarakat yang telah berdonasi untuk membantu para korban banjir di Aceh,” ujarnya.
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital, termasuk jalan dan jembatan yang baru saja dibangun kembali. Kerusakan ini membuat sebagian warga belum dapat kembali ke rumah mereka.
Akibatnya, 114 hingga 121 jiwa dari 27 KK terpaksa bertahan di kamp pengungsian desa karena tempat tinggal mereka masih terdampak kerusakan.
Koordinator lapangan Tim Apoteker Tanggap Bencana IAI Aceh, Reza Anas, mengatakan kehadiran timnya bertujuan untuk meringankan beban para penyintas.
“Kami hadir untuk membantu meringankan beban para penyintas di Riseh. Layanan kesehatan dan trauma healing ini diharapkan dapat membantu anak-anak pulih secara fisik dan mental. Sementara paket lebaran diberikan agar mereka tetap bisa menyambut Idulfitri dengan penuh semangat,” katanya.
Sekretaris Desa Riseh Tunong, Ramli, mengapresiasi kegiatan yang dinilai sangat membantu masyarakat di kamp pengungsian.
“Alhamdulillah, ada 121 jiwa dari 27 KK di kamp pengungsian ini yang terbantu. Bantuan logistik seperti tas, pakaian, serta pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak yang masih mengalami trauma,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Riseh Tunong yang mengucapkan terima kasih atas kepedulian tim relawan.
“Terima kasih kepada tim PD IAI Aceh dan para mitra atas kepeduliannya. Kegiatan buka puasa bersama tadi juga mempererat silaturahmi dan memberi semangat baru bagi warga kami,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dar respons cepat IAI Aceh terhadap dampak bencana yang terjadi di wilayah utara Aceh, dengan fokus pada pelayanan kesehatan dasar serta pemulihan psikososial bagi para penyintas. []





