NewsPariwisata

Menjajal Arung Jeram Lukup Badak di Tanah Gayo

Banda Aceh – Dataran tinggi Gayo, Aceh memiliki sejumlah pesona alam yang begitu banyak bisa dieksplorasikan. Bukan hanya kaya akan objek wisata pegunungan dan lautan, kabupaten penghasil kopi itu juga mempunyai objek wisata sungai.

Salah satunya objek wisata Sungai Lukup Badak yang berada di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Di lokasi ini, wisatawan bisa menjajal derasnya arus sungai dengan arung jeram.

Wahana wisata arung jeram ini dikelola oleh Koperasi Wisata Alam Gayo bekerjasama dengan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh Tengah di sungai Peusangan yang berhulu dari Danau Lut Tawar.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus menempuh perjalanan kurang lebih 7,5 kilometer atau memakan waktu 15 menit dari pusat kota Takengon.

Persisnya di jembatan Lukup Badak, jalan dua jalur Simpang Kelaping – Simpang Lukup Badak, sebuah bangunan yang dijadikan sebagai operator wahana arung jeram berdiri di sana. Di depannya, pamplet bertulisan “Gayo Adventure” terpampang berhadapan ke jalan.

Beberapa waktu lalu, Tagar berkesempatan mengunjungi lokasi itu. Wahana arung jeram tersebut diapit oleh pegunungan, sehingga suasana sejuk terasa seperti menusuk ke tulang.

Di wahana arung jeram Lukup Badak, ada tiga paket yang disediakan untuk wisatawan, yaitu Family Rafting, Moderate Trip dan Midletrip.

Paket Family Rafting mengambil start point di Jembatan Lukup Badak Pegasing hingga finish point Jembatan Sanehen dengan grade sungai 1-2. Jaraknya kurang lebih 4,5 Km dengan waktu tempuh 30-45 menit.

Wisatawan berfoto sebelum menjajal arung jeram Lukup Badak di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Foto: dok. sudutberita.id

Di paket itu, setiap perahu bermuatan enam orang, di mana per orang dikenakan biaya 60 ribu rupiah. Adapun fasilitasnya adalah life jacket, helm, dry bag dan pemandu.

Sementara paket Moderate Trip, arus sungai dengan grade 1 hingga 3 dengan pilihan starting point di Uning, Paya Nahu dengan finish di Lukup Badak.

Di paket ini, satu perahu juga bermuatan enam orang, di mana per orang dikenakan biaya 120 ribu rupiah dengan jarak tempuh 4,2 km. Adapun fasilitasnya sama dengan paket Family Rafting.

Pada paket ini, wisatawan akan melintasi Paya Nahu dan finish di Lukup Badak.

Sedangkan paket terakhir adalah Midletrip. Di paket ini, wisatawan akan mengarungi sungai dengan mengambil start point di Paya Nahu dan finish di Sanehen.

Di paket ini, per orang dikenakan biaya 180 ribu rupiah. Adapun grade sungai yang dilalui antara grade 2 – 3+, bahkan saat musim hujan bisa mencapai grade 4.

Selain menikmati pemandangan perkebunan kopi, pepohonan dengan deburan air sungai di sela bebatuan dan titi gantung, juga ada air terjun dalam wilayah Kampung Wih Pesam. Untuk paket ini pengelola menyiapkan petugas rescue dan fotografer.

Wildan El Fadhil, salah seorang wisatawan dari Banda Aceh mengaku baru pertama kali mencoba arung jeram itu. Karena baru perdana, ia memilih paket Family Rafting karena memiliki grade satu sampai dua.

“Karena baru pertama, jadi agak penasaran, makanya saya memilih grade satu sampai dua, karena di paket lain gradenya makin besar sehingga medan arusnya juga semakin deras,” kata Wildan, belum lama ini.

Selama perjalanan, Wildan mengaku terkesan dengan indahnya pemandangan. Selain itu, ia dapat menyaksikan aktivitas pencari ikan, persawahan, kebun kopi, palawija, serta satwa berbagai jenis seperti burung, biawak, kerbau, kuda, sapi, dan lain-lain.

“Pokoknya arung jeram ini cukup seru, saya merekomendasi bagi traveller yang suka tantangan untuk mencoba hal ini,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button