News

Belasan Jam Aceh Tanpa Listrik, Warga: “Maaf Mulu, Kompensasinya Mana?”

Banda Aceh – Sebagian wilayah Aceh kembali dilanda pemadaman listrik sejak Sabtu (15/11), pukul 17.02 WIB. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, listrik padam berjam-jam hingga membuat warga geram. Keluhan pun bertebaran di media sosial sepanjang malam.

Hingga Minggu (16/11), sekitar pukul 08.00 WIB—atau 15 jam sejak listrik padam—pasokan listrik belum juga kembali normal. Akun Instagram @kotabandaaceh yang memposting terkait pemadaman listrik dipenuhi komentar warga yang meluapkan kekecewaan mereka kepada PLN.

“Maaf mulu, kompensasinya mana? Bukan gampang cari duet, woy,” tulis akun @cikgudesi, dikutip sudutberita.id, Minggu (16/11).

Pengguna lain, @elvi_zulvira, mengeluhkan standar ganda dalam pelayanan. “Mohon maaf terus… giliran kami yang bilang mohon maaf atas keterlambatan bayar rekening listrik bisa gak???”

Komentar bernada frustrasi juga datang dari akun @roytgnptr. “Jadi kalau blackout salah kami? Memang nggak ada profesionalitas sedikit pun sekelas BUMN monopoli. Haduh, ya Allah.”

Sebagian warga bahkan meminta pemerintah turun tangan. “Pak Gub… minta tolong cari investor listrik untuk Aceh, biar terang terus Aceh,” tulis @annisa_putri275.

Manajer Komunikasi dan TJSL PT PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Lukman Hakim, Minggu (16/11) pagi mengatakan, hingga saat ini lebih dari 65 persen sistem kelistrikan di Tanah Rencong sudah berhasil dipulihkan setelah gangguan sistem meluas yang terjadi pada Sabtu (15/11/2025) pukul 17.02 WIB.

Gangguan itu berdampak pada sejumlah wilayah, mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Selatan.

Lukman mengatakan tim teknis langsung bergerak cepat sesaat setelah gangguan terjadi. Upaya penormalan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan daerah terdampak luas.

“PLN langsung bergerak cepat melakukan penormalan secara bertahap dengan melakukan manajemen beban. Saat ini, proses pemulihan sudah mencapai lebih dari 65 persen,” jelas Lukman. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button