News

2 Prajurit TNI Penurun Bendera Bulan Bintang di Aceh Naik Pangkat Luar Biasa

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang (KPLB OMSP) kepada dua prajurit TNI yang menurunkan bendera Bulan Bintang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Penghargaan itu diberikan kepada Sersan Dua (Serda) Irfan Farhan, anggota Yonif 112/Dharma Jaya Kodam Iskandar Muda, dan Prajurit Dua (Prada) Donni Pinto Harahap, anggota Yonarmed 17/Rencong Cakti Kodam Iskandar Muda. Panglima TNI menilai tindakan kedua prajurit tersebut sebagai bentuk keberanian, dedikasi, dan jiwa patriotisme dalam menjaga kehormatan simbol negara serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.

Prosesi penganugerahan berlangsung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).

Panglima TNI menilai tindakan kedua prajurit tersebut sebagai bentuk keberanian, dedikasi, dan jiwa patriotisme dalam menjaga kehormatan simbol negara serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui penghargaan itu, Serda Irfan Farhan resmi naik pangkat menjadi Sersan Satu (Sertu), sedangkan Prada Donni Pinto Harahap naik menjadi Prajurit Satu (Pratu).

Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan TNI terhadap prajurit yang dinilai menunjukkan keberanian dan loyalitas saat menjalankan tugas.

“Apresiasi luar biasa dari negara, dari pimpinan TNI kepada prajurit tersebut, yang pada prinsipnya ini merupakan suatu program reward yang diberikan oleh pimpinan kepada prajurit yang berprestasi baik,” kata Nas dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (21/8).

Menurut Nas, penghargaan KPLB OMSP diberikan kepada prajurit yang menunjukkan prestasi dan keberanian dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Bermula dari Kericuhan Hari Damai Aceh

Peristiwa yang melatarbelakangi penghargaan itu terjadi saat zikir dan doa bersama memperingati Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8).

Saat kegiatan berlangsung, massa mengibarkan bendera Bulan Bintang di tiang utama halaman masjid meski aparat sebelumnya telah meminta agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

Dua prajurit TNI kemudian menurunkan bendera Bulan Bintang dan menggantinya dengan Bendera Merah Putih.

Insiden tersebut memicu ketegangan di lokasi hingga terjadi aksi saling lempar antara massa dan aparat keamanan. Polisi kemudian membubarkan massa menggunakan gas air mata. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button