BisnisNews

Cabai Jadi Pemicu Inflasi, BI Aceh Latih Petani Aceh Barat Tingkatkan Produksi

Aceh Barat – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperkuat klaster petani cabai merah di Kabupaten Aceh Barat melalui kegiatan bantuan teknis (bantek) budidaya cabai merah. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk menjaga stabilitas harga pangan di Aceh.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (19/8) itu merupakan bentuk sinergi BI Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam meningkatkan produktivitas komoditas cabai merah, yang menjadi salah satu komoditas strategis penyumbang inflasi.

Berdasarkan data BI, cabai merah tercatat sebagai komoditas penyumbang inflasi tertinggi secara tahunan (year-on-year/yoy) di Kabupaten Aceh Barat pada Juli 2026.

Dalam pelatihan tersebut, petani mendapatkan pembekalan mulai dari teknik persiapan dan pengolahan lahan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga pengelolaan keuangan usaha tani agar budidaya menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti penyuluh pertanian dari kecamatan dan desa binaan, serta perwakilan lima kelompok tani binaan BI Aceh di Kabupaten Aceh Barat, yakni Sabee Hatee, Hudep Beusaree, Usaha Bersama, Rezeki Tani, dan Alue Bak Jok.

Praktisi budidaya cabai merah Hafrizal bersama Konsultan Pertanian BI Aceh Andi Hidayat juga memperkenalkan penggunaan alat Jinawi untuk mengukur unsur hara tanah.

“Kami juga mengajarkan petani cara mengukur unsur hara tanah menggunakan alat Jinawi, sehingga rekomendasi pemupukan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak boros biaya,” kata Hafrizal dalam keterangannya, Kamis (20/8) malam.

Selain pelatihan teknis, BI Aceh juga menyerahkan bantuan sarana produksi sekaligus menggelar penandatanganan komitmen bersama dengan kelompok tani binaan.

Melalui komitmen tersebut, para petani diminta mencatat keuangan usaha tani secara tertib, mendokumentasikan perkembangan budidaya, menjalankan rekomendasi teknis dari narasumber, serta menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.

Asisten Analis Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh Musthafa Umar mengatakan sinergi antara BI, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat, dan kelompok tani diharapkan terus berlanjut untuk mendukung pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Kami berharap sinergi antara Bank Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat, dan kelompok tani ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang berkelanjutan, sekaligus mendorong Aceh Barat menjadi salah satu sentra produksi cabai merah yang kompetitif di Provinsi Aceh,” ujar Musthafa.

BI Aceh menegaskan akan terus mendukung program pengendalian inflasi daerah melalui penguatan pasokan komoditas pangan strategis, salah satunya dengan pengembangan klaster komoditas pangan bersama pemerintah daerah dan kelompok tani binaan di berbagai wilayah Aceh. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button