
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap cerita di balik upaya pemerintah mengamankan pasokan minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurut Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar, konflik di Timur Tengah membuat dinamika global, khususnya sektor energi, menjadi tidak menentu. Kondisi tersebut mendorong pemerintah memetakan ulang sumber impor minyak Indonesia, termasuk mengurangi ketergantungan pada jalur Selat Hormuz.
“Ketegangan Timur Tengah membuat dinamika global tidak menentu, terutama persoalan energi,” kata Bahlil saat melantik pengurus DPD Golkar Aceh di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (11/7).
Ia mengungkapkan, pemerintah sempat mewaspadai pasokan energi nasional karena konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak nasional (lifting) hanya berada di kisaran 600 ribu hingga 1 juta barel per hari.
Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel minyak setiap hari. Sebagian impor tersebut selama ini melewati Selat Hormuz yang rawan terganggu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Maka kita memetakan agar impor-impor minyak kita yang dari Selat Hormuz kita alihkan ke Afrika dan beberapa negara di Amerika Latin,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyelipkan cerita bernada humor saat melakukan negosiasi dengan sejumlah pejabat di negara-negara Afrika.
“Untung aja yang di Afrika model pejabatnya seperti orang Papua, hitam seperti saya. Jadi pada saat saya Zoom sama mereka, mereka pikir kita ini mungkin satu keluarga, jadi kasih juga,” kata Bahlil yang langsung disambut gelak tawa hadirin.
Ia kemudian melanjutkan candaannya. “Bayangkan kalau saya putih, tidak percaya mereka. Jadi ada untung juga jadi bolu ketan itu,” ujarnya.
Di balik candaan tersebut, Bahlil menegaskan proses negosiasi berjalan baik sehingga Indonesia berhasil memperoleh tambahan pasokan minyak dari Afrika dan sejumlah negara di Amerika Latin.
“Jadi negosiasi minyak kita Alhamdulillah kita dapat dari Afrika dan beberapa negara di Amerika Latin,” katanya.
Bahlil memastikan hingga saat ini kondisi pasokan BBM nasional dalam keadaan aman. Cadangan energi disebut mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Alhamdulillah sampai sekarang persoalan BBM sudah clear. Tidak perlu ada persoalan apa-apa. Cadangan juga sangat bagus,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Harga BBM subsidi insyaallah tidak kita naikkan karena itu adalah kepentingan rakyat. Sekarang sosialisasinya yang harus bagus,” pungkasnya. []





