
Aceh Utara – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengirim ribuan genset dan kompor gas untuk korban banjir di Aceh dan Sumatra.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra.
Bantuan yang dikirimkan berupa 1.000 unit genset dan 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang. Pengiriman dilakukan melalui dua jalur udara untuk memastikan kecepatan dan ketepatan distribusi.
1.000 unit genset diterbangkan dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma menggunakan Pesawat Hercules TNI AU dan 3.000 unit kompor gas beserta perlengkapannya dikirim via pesawat kargo sipil.
”Alhamdulillah, seluruh bantuan telah lepas landas hari ini. Semoga selamat sampai tujuan dan dapat diterima dengan baik oleh keluarga-keluarga yang sedang mendapat cobaan musibah banjir di Aceh dan Sumatra,” ujar Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM, Senin (29/12).

Dwi menambahkan, bantuan kompor gas yang dikirim terdiri dari beberapa merek untuk memenuhi kebutuhan yang beragam, dengan total 3.000 unit, yaitu: Kompor Miyako: 2.000 unit, Kompor Niko: 930 unit (93 dus @ 10 pcs), Kompor Advance: 70 unit.
Selain itu, turut dikirimkan perlengkapan pendukung keamanan berupa 3.000 set regulator dan selang (300 dus @ 10 set).
Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Pemerintah Aceh dilakukan pada Minggu (28/12) yang diterima oleh Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik.
Proses serah terima ini didampingi oleh Manajemen Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang diwakili oleh Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan dan Sekretaris BPMA, Muchsin, sebagai bentuk koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan darurat bencana.
”Bantuan energi darurat ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik dan memasak bagi pengungsi, sehingga dapat sedikit meringankan kesulitan yang mereka hadapi di tengah proses pemulihan,” pungkas Dwi Anggia. []





