NewsPendidikan

Dua Santri Dayah Insan Qur’ani Aceh Raih Beasiswa Penuh Kerajaan Maroko

Aceh Besar – Dua santri Dayah Insan Qur’ani, Rizqa Aufa dan Kayyisa Farras, berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Penerima Beasiswa Kerajaan Maroko Tahun 2026.

Rizqa Aufa dinyatakan lulus sebagai calon penerima beasiswa utama, sedangkan Kayyisa Farras lolos sebagai calon penerima beasiswa cadangan.

Keberhasilan tersebut diraih melalui proses seleksi yang berlangsung ketat. Program Beasiswa Kerajaan Maroko diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang melibatkan 16 perguruan tinggi penyelenggara di berbagai daerah. Khusus peserta asal Aceh, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Seleksi diawali dengan pendaftaran, verifikasi, dan validasi berkas pada 26 Mei hingga 5 Juni 2026. Peserta yang lolos administrasi kemudian mengikuti Computer Based Test (CBT) Bahasa Arab pada 7 Juni 2026 yang diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta dengan nilai terbaik selanjutnya mengikuti tahap wawancara pada 10 Juni 2026.

Pada tahap wawancara, peserta dinilai tidak hanya dari kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mereka sebagai calon mahasiswa Indonesia di luar negeri. Aspek yang diujikan meliputi hafalan Al-Qur’an minimal satu juz, kemampuan membaca dan memahami kitab kuning (qira’atul kutub), kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab, wawasan keislaman, moderasi beragama, serta wawasan kebangsaan.

Nilai akhir seleksi merupakan akumulasi dari 60 persen nilai CBT dan 40 persen nilai wawancara. Dari seluruh peserta, hanya 50 orang yang dinyatakan lulus sebagai calon penerima beasiswa utama, sedangkan 26 peserta lainnya ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa cadangan.

Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Ust. H. Muzakkir Zulkifli, S.Ag., dalam keterangannya, Jumat (3/7) menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, ini merupakan kabar yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar Dayah Insan Qur’ani. Dari Aceh ada 5 santri, dan alhamdulillah dari kita ada 2 orang. Prestasi ini patut disyukuri karena Beasiswa Kerajaan Maroko merupakan salah satu program beasiswa yang memiliki tingkat persaingan sangat tinggi dengan jumlah peminat yang besar dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Muzakkir, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa santri memiliki kapasitas untuk bersaing dalam seleksi pendidikan tingkat nasional sekaligus membuka peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi bertaraf internasional.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan prestasi, memperkuat penguasaan bahasa Arab, memperdalam ilmu agama, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu,” katanya.

Dayah Insan Qur’ani sebelumnya juga telah mengirimkan sejumlah alumninya untuk melanjutkan pendidikan di Maroko. Tiga alumni yang saat ini sedang menempuh studi di negara tersebut ialah Asyraf Muntazhar pada jenjang doktoral, serta M. Ihlal Fikri dan M. Fataya Al Muwahhid pada jenjang sarjana.

“Alhamdulillah, mereka juga berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Maroko. Kami berharap Rizqa dan Kayyisa dapat mengikuti jejak para seniornya serta kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” ujar Ust. Muzakkir.

Selain dua santri Dayah Insan Qur’ani tersebut, berdasarkan pengumuman kemenag RI nomor B-289/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/06/2026 tanggal 17 Juni 2026, ada tiga putra Aceh lainnya juga berhasil lolos seleksi, yakni Muhammad Musyawil, Muhammad Syukran sebagai calon penerima beasiswa utama, serta Zulfikri sebagai calon penerima beasiswa cadangan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button