News

BPMA dan Polda Aceh Monev Pengamanan Blok A Medco, Antisipasi Gangguan Operasi Migas

Aceh Timur – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama jajaran Polda Aceh dan Polres Aceh Timur melakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Pedoman Kerja Teknis (PKT) Pengamanan Eksternal Objek Vital Nasional di Wilayah Kerja (WK) Blok A yang dikelola Medco E&P Malaka, Rabu (8/7).

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Divisi Formalitas, Hubungan Eksternal dan Keamanan KKKS BPMA, Irham M. Amin. Turut hadir Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Aceh DR Komisaris Pol Marzuki beserta jajaran, Field Manager Relation & Security Medco E&P Malaka Hendarsyah, Kabag Ops Polres Aceh Timur, para kapolsek di wilayah kerja Blok A, serta Iptu Reinhard Kalakhar bersama Satgas Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Medco Malaka.

Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari implementasi Pedoman Kerja Teknis (PKT) antara BPMA dan Polda Aceh mengenai pengamanan eksternal objek vital nasional di wilayah kerja Blok A. Kawasan tersebut merupakan objek vital nasional sektor hulu migas yang membutuhkan pengamanan terpadu antara BPMA, Polri, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Irham mengatakan kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pengamanan eksternal berjalan efektif sekaligus mengidentifikasi potensi ancaman dan kerawanan di lapangan.

“Kami ingin memastikan kelancaran dan kenyamanan operasi hulu migas. Komitmen bersama dalam menjaga keamanan objek vital nasional sangat penting untuk menjamin keberlangsungan operasi hulu migas dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional,” kata Irham.

Selain itu, BPMA juga menyoroti sejumlah potensi gangguan yang perlu diantisipasi, termasuk adanya kemungkinan aksi protes masyarakat terkait persoalan bau di sekitar lingkungan operasi Medco.

“Kami mencatat adanya potensi protes masyarakat terkait bau di lingkungan Medco. Kami berharap protes yang disampaikan masyarakat dapat diatasi dan dikendalikan oleh Polri sehingga tidak berujung anarkis,” ujarnya.

Sementara itu, Field Manager Relation & Security Medco E&P Malaka, Hendarsyah, menjelaskan saat ini perusahaan tengah menjalankan sejumlah kegiatan operasional, mulai dari pekerjaan workover pada beberapa sumur hingga perawatan rutin yang memerlukan pengawalan dari BPMA dan Satgas Pamobvit.

Menurutnya, setiap kegiatan operasional selalu didahului dengan koordinasi bersama BPMA, Polri, serta sosialisasi kepada para pemangku kepentingan.

Hendarsyah juga menjelaskan proses pengawalan pengiriman kondensat yang melibatkan sekitar 12-13 truk menuju Pangkalan Susu. Perubahan rute dilakukan setelah sebelumnya terjadi insiden kebakaran pada tangki penyimpanan.

Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap implementasi Kepmen Nomor 14, Medco akan terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di tingkat polsek untuk memastikan keamanan setiap kegiatan pengangkutan.

Ia juga menegaskan fasilitas pengolahan Medco telah dilengkapi sistem pengamanan otomatis yang akan menghentikan operasi apabila terdeteksi kebocoran gas atau bau.

Di sisi lain, Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Aceh DR Komisaris Pol Marzuki menegaskan kepolisian berkomitmen memberikan kepastian keamanan bagi investor, termasuk Medco E&P Malaka, agar aktivitas investasi di Aceh tetap berjalan.

“Kami memastikan pengamanan akan dilakukan dengan baik melalui koordinasi. Kami juga melaporkan beberapa kasus pembakaran sumur tua yang menjadi perhatian penegakan hukum untuk ditindaklanjuti, sekaligus memastikan keamanan di wilayah kerja,” ujarnya.

Marzuki menyebut koordinasi antara BPMA, Medco, badan usaha jasa pengamanan (BUJP), TNI, dan Polri selama ini berjalan baik. Ia juga mengusulkan penambahan penerangan di sejumlah titik yang dinilai rawan.

“Jika ada tindakan kriminal, kami berharap Medco tidak ragu memproses secara hukum, dan kami dari Polri siap mendampingi,” tegasnya.

Melalui kunjungan lapangan dan monitoring ini, BPMA, Polda Aceh, dan Medco berharap sinergi pengamanan di Wilayah Kerja Blok A semakin kuat sehingga operasional hulu migas dapat berlangsung aman, kondusif, dan mendukung ketahanan energi nasional. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button