DuniaNews

Iran Minta Sikap Tegas Indonesia atas Agresi AS-Israel

Jakarta – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas atas serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2).

Dalam pernyataan resminya yang diterima media, Minggu (1/3), Kedubes Iran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional. Iran juga meminta para pejabat Indonesia secara terbuka mengutuk langkah Washington dan Tel Aviv.

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” kata Kedubes Iran.

Pernyataan itu juga mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan udara gabungan AS-Israel. Kedubes Iran menyebut serangan tersebut menghantam kantor sang pemimpin.

“Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau,” kata Kedubes Iran.

Tak hanya itu, Iran menuduh serangan turut menyasar fasilitas sipil, termasuk sekolah. Mereka menyebut sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

“Pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan,” ucapnya.

Kedubes Iran juga menanggapi klaim AS dan Israel yang menyatakan operasi militer tersebut dilakukan demi membantu rakyat Iran.

“Kini terlihat bagaimana mereka ‘membantu’ rakyat Iran: dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadhan,” kata Kedubes Iran.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah merespons eskalasi tersebut. Lewat pernyataan di akun resmi X, Kemlu menyampaikan kesiapan Presiden RI untuk memfasilitasi dialog jika disetujui para pihak.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” kata Kemlu RI.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan perdamaian dunia. Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button