
Banda Aceh – Sebanyak 1.630 peserta, di mana 955 di antaranya putra asli Aceh dinyatakan lulus dalam seleksi Tamtama Prajurit Karier (PK) Gelombang II TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2025 di Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM).
Dari jumlah itu, sebanyak 1.180 calon prajurit akan menempuh pendidikan pertama di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Iskandar Muda dengan kecabangan Infanteri.
Sementara 450 calon prajurit lainnya akan melanjutkan pendidikan kecabangan lain di berbagai lembaga pendidikan militer TNI AD di luar wilayah Kodam IM.
Pembacaan hasil Sidang Pantukhir digelar di Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM), Kamis (17/7/2025), dan menjadi tahap akhir dari serangkaian seleksi panjang untuk menjaring generasi muda terbaik bangsa yang siap mengabdi sebagai prajurit TNI AD.
Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal mengatakan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Kami mencari sosok calon prajurit yang tak hanya kuat secara fisik dan cakap secara akademik, tapi juga memiliki moralitas tinggi, etika baik, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas Niko dalam keterangannya, Sabtu (19/7/2025).
Niko juga mengingatkan masyarakat bahwa rekrutmen TNI AD dilaksanakan secara gratis, tanpa biaya apa pun. Ia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan panitia dan menawarkan janji kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Jika ada yang meminta imbalan dalam bentuk apa pun, segera laporkan. Kami tidak akan mentolerir praktik percaloan karena itu mencemarkan nama baik institusi dan merugikan masyarakat,” kata Niko.
Jenderal TNI bintang dua ini juga menambahkan bahwa rekrutmen Tamtama TNI AD ini secara langsung membuka peluang kerja bagi generasi muda Aceh, yang pada akhirnya turut mendorong perbaikan ekonomi daerah.
“Rekrutmen ini bukan semata-mata untuk menambah kekuatan personel, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mencetak generasi tangguh, nasionalis, dan berjiwa kesatria yang siap menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” ungkapnya.
Pangdam menegaskan bahwa proses rekrutmen ini bukan sekadar upaya menambah jumlah personel, tetapi merupakan langkah strategis untuk menjaring dan membentuk prajurit-prajurit tangguh, berjiwa nasionalis, dan ksatria yang siap mengemban tugas menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
“Menjadi prajurit tidak hanya tentang kekuatan fisik, tapi juga soal loyalitas, disiplin, dan komitmen terhadap bangsa dan negara. Pendidikan pertama yang akan mereka tempuh adalah titik awal perjalanan panjang membentuk jati diri sebagai prajurit sejati,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 1.998 peserta mengikuti sidang Pantukhir dalam rangka pemilihan calon Tamtama Prajurit Karier (Tamtama PK) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Gelombang II Tahun Anggaran 2025 di Aceh.
Sidang yang merupakan tahapan akhir dalam seleksi penerimaan ini dipimpin oleh Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal di Gedung Malahayati Lt. 2, Makodam IM, pada Selasa (15/7/2025).
Sidang Pantukhir memiliki peran krusial dalam menentukan calon prajurit yang akan diterima menjadi bagian dari TNI AD. []
Baca: 1.998 Peserta Ikuti Sidang Pantukhir Calon Tamtama PK TNI AD di Aceh





