NewsPolitik

Dek Fadh Minta BePro Perjuangkan Revisi UUPA

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah meminta dukungan Beyond Professional (BePro) agar turut serta dalam mendukung upaya Pemerintah Aceh dalam memperjuangkan sejumlah agenda strategis ke pemerintah pusat.

Menurut Fadhlullah, sejumlah berkas dan dokumen penting terkait tiga isu besar tersebut telah diserahkan langsung kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

“Pertama, kami sedang memperjuangkan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), terutama menyangkut perpanjangan dana otonomi khusus (otsus) Aceh,” kata Fadhlullah saat menghadiri pelantikan DPD BePro Aceh, di Hotel The Pade, Aceh Besar, Jumat (20/6/2025).

Sosok yang akrab disapa Dek Fadh itu meyakini, dengan kecintaan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat Aceh, perpanjangan dana otsus ini akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Isu kedua yang menjadi perhatian adalah pengembalian pengelolaan kawasan Lapangan Blang Padang. Wagub menekankan bahwa tanah tersebut merupakan tanah wakaf Masjid Raya Baiturrahman, dan dokumen-dokumen pendukung telah dikirimkan ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

“Ini bukan sekadar soal aset, tetapi juga soal marwah dan sejarah umat. Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk BePro, untuk bersama-sama memperjuangkannya,” tambahnya.

Selain itu Dek Fadh juga menyoroti pentingnya pengembangan Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara. Ia menyebut pelabuhan tersebut pernah menjadi salah satu pelabuhan terbaik di dunia dari sisi letak geografis dan potensi.

“Sayangnya saat ini tidak ada aktivitas berarti di sana. Kami menitipkan hal ini kepada saudara Kawendra Lukistian, mohon agar dapat ikut memperjuangkan di tingkat pusat. Ini sangat strategis untuk perekonomian Aceh ke depan,” tutur Dek Fadh.

Sementara itu, Ketua Umum BePro, Lutfi Dipa Nawahasta berharap BePro Aceh terus menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto di wilayah Aceh.

Lutfi menyampaikan bahwa BePro Aceh tidak hanya berperan sebagai komunitas profesional, tetapi juga sebagai kekuatan sipil yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Saya berharap ke depan BePro bisa memberikan masukan yang konkret dan menjadi mitra strategis bagi pemerintahan Pak Prabowo, terutama dalam isu-isu pembangunan di Aceh,” ujar Lutfi.

Lutfi juga menekankan pentingnya menularkan semangat BePro Aceh ke berbagai daerah lain di Tanah Rencong, agar semangat kolaboratif dan kerja nyata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Semangat teman-teman BePro Aceh ini luar biasa. Saya berharap ini bisa menular ke seluruh penjuru negeri Aceh dan memberikan dampak positif, bukan hanya bagi anggota BePro, tapi juga bagi generasi muda dan masyarakat Aceh secara keseluruhan,” ungkapnya.

Dewan Kehormatan DPD BePro Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan pentingnya peran BePro sebagai sebuah gerakan yang mampu melampaui batas-batas konvensional, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kolaborasi, dan komitmen yang kuat untuk perubahan berkelanjutan.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyampaikan bahwa BePro tidak boleh hanya menjadi simbol atau lembaga formal, melainkan harus menjadi garda terdepan dalam merumuskan dan melaksanakan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Kalau namanya Beyond, tentu harus melampaui batas-batas yang ada. Harus ada komitmen yang kuat, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Dengan adanya Beyond ini, insyaAllah kita bisa menciptakan sesuatu yang berkelanjutan,” ujar Illiza dalam forum bersama BePro Aceh.

Ia menekankan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari pencapaian formal, tetapi dari bagaimana keberhasilan itu dapat dikelola dan memberi manfaat luas.

“Kita berhasil memperjuangkan empat pulau, tapi itu belum cukup. Empat pulau itu harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” katanya.

Illiza juga mengajak anak-anak muda untuk aktif dan tidak ragu dalam menyampaikan pendapat serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, kepemimpinan yang baik lahir dari kemampuan untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan rakyat.

“Saya mengajak seluruh anak muda untuk kompak, jangan takut menyuarakan pendapat. Setiap suara itu punya nilai. Di sana lah kita bisa menciptakan kebijakan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ketua DPD BePro Aceh, Muhammad Fakhri Tarmizi mengajak seluruh pengurus untuk mempersiapkan diri dan terus mengasah segala potensi yang ada dalam diri masing-masing.

“Saya mengajak teman-teman yang bergerak di segala bidang untuk mengasah kemampuannya, karena kita harus memberikan dampak positif bagi kemajuan Aceh,” ujar Fakhri.

Sebagai informasi, BePro sebelumnya merupakan relawan pendukung pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pada Juli 2024, organisasi ini resmi bertransformasi menjadi Perkumpulan Profesional Muda Indonesia yang kini disebut Beyond Professional (BePro).

Di Aceh sendiri, BePro dipimpin oleh Muhammad Fakhri Tarmizi selaku ketua dan dibantu oleh Muhammad Haqiqi (sekretaris), Ramadana Rusli Bintang (bendaraha) serta seratusan pengurus lainnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button