
Simeulue – Hakikat penciptaan manusia adalah semata untuk menghamba kepada Allah sang pencipta segala sesuatu. Allah pun menciptakan surga dan neraka untuk mengganjar kepatuhan dan ketidakpatuhan manusia.
Pesan ini disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dalam tausiah singkatnya sebelum melaksanakan salat Tarawih berjamaah, di Masjid An-Nur Simeulue Timur, Sabtu (9/3) malam.
“Allah menciptakan kita manusia, menciptakan siang dan malam, menciptakan surga dan neraka semua dengan maksud dan tujuan tertentu. Segalanya bisa kita lihat dan pelajari dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah. Allah menciptakan kita semata untuk menghamba padaNya,” kaya Gubernur.
“Karena itu, mari bersihkan hati dan tekad kita untuk beramal dengan sebaik-baiknya, menghamba dengan sebenar-benarnya menghamba, menjalankan semua perintah dan meninggalkan larangannya,” ujar Gubernur.
Pria yang akrab disapa Mualem itu mengingatkan, menuju Allah hanya biasa dicapai dengan kerendahan hati dengan hati yang bersih. Jika hati tidak bersih, maka Allah akan membalasnya dengan siksa yang pedih dan mencampakkan kita ke neraka dengan siksa yang pedih.
“Untuk itu, mari kita manfaatkan untuk belajar, terus memperdalam ilmu agama, memperbanyak ibadah tentu saja dengan niat dan hati yang bersih semata mengharap ridha Illahi,” imbau Mualem.
Mualem mengajak para jemaah yang hadir untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana belajar memberbanyak amal dan menguatkan tekad untuk mempertahankan amalan di 11 bulan mendatang.
“Dan selalu berdoa agar kita dipertemukan dengan Ramadan tahun depan,” pungkas Gubernur Aceh.
Usai salat, Gubernur yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga M Nasir, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh Syakir dan Kepala Biro Umum Setda Aceh T Adi Darma, juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid An-Nur. []





