BisnisNews

BI Aceh Ajak Pelajar dan Warga Pidie Rawat Rupiah dan Bijak Bertransaksi

Pidie – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh (KPw BI Aceh) mengedukasi lebih dari 700 pelajar, santri, dan masyarakat di Kabupaten Pidie tentang pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui program CBP Rupiah Saweu Sikula dan Saweu Gampong pada 29 September hingga 2 Oktober 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan edukasi tersebut merupakan upaya BI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga Rupiah, mengenali keasliannya, serta menggunakannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Agus, edukasi dilakukan dengan mendatangi langsung sekolah, pesantren, dan kelompok masyarakat agar pesan tentang CBP Rupiah dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

“Selama empat hari pelaksanaan, tim KPw BI Aceh mengunjungi sembilan sekolah dan pesantren serta satu kelompok masyarakat di Kabupaten Pidie,” kata Agus dalam keterangannya, Selasa (13/10).

Sekolah dan pesantren yang menjadi lokasi kegiatan yakni SMAN 1 Sigli, SMAN 2 Sigli, SMAN 3 Sigli, SMAN 1 Mutiara Sigli, SMKN 1 Sigli, MAN 1 Pidie, SMPN 3 Unggul Sigli, SMA Sukma Bangsa Pidie, dan Pesantren Ummul Quran Sigli.

Edukasi juga menyasar ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan Peukan Baro. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya Rupiah dalam aktivitas sehari-hari, termasuk mengelola keuangan keluarga secara bijak.

Materi yang diberikan mencakup cara merawat uang Rupiah agar tidak mudah rusak, mengenali ciri keaslian uang, hingga menggunakan Rupiah secara bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam hal perawatan uang, peserta diperkenalkan dengan prinsip 5J, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memperlakukan uang Rupiah dengan baik sekaligus mampu membedakan uang asli dan uang yang diragukan keasliannya.

Khusus bagi pelajar SMA dan sederajat, BI Aceh juga memberikan pemahaman mengenai tugas dan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral. Selain itu, para siswa mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan sistem pembayaran yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, edukasi tidak hanya berfokus pada pengenalan fisik uang Rupiah, tetapi juga memperluas wawasan pelajar mengenai peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mengelola sistem pembayaran di Indonesia.

Agus menegaskan, pemahaman tentang CBP Rupiah perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat.

Rupiah, kata dia, bukan sekadar alat pembayaran, melainkan juga simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang perlu dijaga bersama.

Melalui program Saweu Sikula dan Saweu Gampong, para pelajar, santri, dan masyarakat diharapkan tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga menyebarkannya kepada keluarga serta lingkungan sekitar.

BI Aceh pun akan terus memperluas program edukasi tersebut ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Kerja sama dengan sekolah, pesantren, dan kelompok masyarakat akan diperkuat agar semakin banyak warga memahami pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button