
Aceh Utara – Kericuhan terjadi usai pertandingan turnamen sepak bola antar-gampong (tarkam) di Lapangan Bumi Gas, Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (27/8) sore.
Insiden itu melibatkan suporter dan aparat pengamanan, hingga berujung dugaan pemukulan terhadap Ketua Pemuda Gampong Ampeh, Haiqal hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Pertandingan mempertemukan kesebelasan Gampong Ampeh melawan Gampong Trieng. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan pecah setelah laga berakhir.
Kericuhan diduga dipicu selebrasi salah seorang pemain Gampong Trieng yang dilakukan di depan suporter Gampong Ampeh. Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi sehingga memancing kemarahan suporter Ampeh yang kemudian berupaya menegur pemain tersebut.
Situasi di sekitar lapangan pun memanas dan sempat terjadi keributan antara pendukung kedua tim.
Di tengah upaya melerai kericuhan, Ketua Pemuda Gampong Ampeh, Haiqal, mengaku menjadi korban pemukulan oleh seorang aparat berseragam loreng. Belakangan diketahui Haiqal merupakan anggota PWI Aceh Utara.
Oknum TNI yang diduga melakukan pemukulan disebut merupakan Babinsa Koramil 10/Tanah Luas, Sertu Hendra Saputra.
Babinsa: Haiqal Diamankan Karena Emosional
Sementara itu, Sertu Hendra Saputra memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Menurutnya, sejak pertandingan berlangsung situasi di lapangan memang sudah memanas yang ditandai dengan saling ejek antara pemain maupun penonton dari kedua kesebelasan.
Ia mengatakan keributan bermula dari perselisihan antarpemain di dalam lapangan yang kemudian merembet ke penonton di tepi lapangan. Kondisi itu berkembang menjadi aksi saling dorong dan berpotensi memicu tindakan anarkis antarpendukung.
Dalam situasi tersebut, Sertu Hendra mengaku mengamankan Haiqal karena dinilai sangat emosional dan berupaya menyerang penonton dari Gampong Trieng.
Menurut keterangannya, proses pengamanan dilakukan bersama Babinsa lainnya, Serka Junaidi, serta dibantu personel Bhabinkamtibmas. Haiqal disebut dirangkul lalu dibaringkan di atas rumput lapangan untuk meredam situasi.
Sertu Hendra membantah melakukan pemukulan ataupun tendangan secara sengaja. Ia menjelaskan saat proses pengamanan berlangsung, Haiqal melakukan perlawanan sehingga dirinya kehilangan keseimbangan dan ikut terjatuh.
Akibatnya, lutut Sertu Hendra mengenai bagian tubuh Haiqal. Ia menegaskan benturan tersebut terjadi dalam proses pengamanan dan bukan tindakan kekerasan yang disengaja.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, Haiqal kemudian diamankan oleh personel Polsek Tanah Luas dan dibawa ke Mapolsek Tanah Luas. Langkah itu disebut dilakukan untuk mencegah keributan susulan dan meluasnya konflik antarpendukung.
Sertu Hendra mengatakan dirinya sempat berniat menemui Haiqal setelah kondisi lapangan mulai kondusif untuk menjelaskan kronologi kejadian. Namun, karena situasi masih memanas, ia memilih pulang terlebih dahulu sambil memantau perkembangan.
Setibanya di rumah, Sertu Hendra mengaku menerima telepon dari Danramil 10/Tanah Luas, Kapten Inf Bahtera Luking Purba, yang meminta penjelasan mengenai peristiwa tersebut. Ia kemudian menyampaikan kronologi kejadian selama pelaksanaan pengamanan turnamen.
Sertu Hendra menyatakan tetap bersedia bertemu dengan Haiqal untuk memberikan penjelasan dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik agar hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat di Kecamatan Tanah Luas tetap terjaga. []





