News

Badak-19 Antar Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Banda Aceh – Tim relawan Badak-19 memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut berasal dari donasi masyarakat yang dihimpun selama sekitar dua pekan terakhir.

Keberangkatan dilakukan pada Jumat (19/12) malam, dari Posko Badak-19 di Gampong Meunasah Papen, Aceh Besar. Rombongan relawan tiba di Aceh Tamiang pada Minggu (21/12), setelah menempuh perjalanan panjang dengan medan yang cukup berat.

Dalam perjalanan menuju wilayah terdampak parah banjir tersebut, tim sempat mengalami hambatan di kawasan Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Pada Sabtu (20/12) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, rombongan tertahan macet selama beberapa jam akibat antrean kendaraan yang mengular.

Kemacetan terjadi karena kendaraan harus melintasi jembatan darurat Bailey sepanjang 35 meter. Jembatan dengan sistem buka tutup tersebut menjadi jalur alternatif Banda Aceh-Medan setelah jembatan utama di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, roboh diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Humas Badak-19, Ikhsan Pratama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para relawan serta donatur yang telah mendukung aksi kemanusiaan tersebut.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan dan para donatur. Semoga bantuan, tenaga, dan doa yang diberikan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini bukti bahwa kepedulian dan kemanusiaan masih ada,” ujar Ikhsan.

Bos Lensapost.net itu juga memohon doa dari masyarakat agar proses pendistribusian bantuan di Aceh Tamiang dapat berjalan lancar serta seluruh relawan tiba dengan selamat di lokasi.

Sebagai informasi, Badak-19 merupakan komunitas jurnalis lingkungan yang berdiri di Aceh sejak beberapa tahun lalu.

Komunitas ini beranggotakan jurnalis dari berbagai media yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan, kemanusiaan, dan keberlanjutan hidup masyarakat.

Selama ini, Badak-19 aktif meliput dan mengangkat berbagai persoalan lingkungan di Aceh, mulai dari bencana ekologis, kerusakan hutan, hingga dampak aktivitas manusia terhadap ruang hidup warga.

Melalui kerja jurnalistik, komunitas ini berupaya menyampaikan informasi yang berimbang dan berbasis fakta sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memperjuangkan kebenaran serta kepentingan publik. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button