
Banda Aceh – Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Rabu (10/12) di Meuligoe Wali Nanggroe.
Kabag Kerjasasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris menyebutkan, kesepakatan itu juga mencakup penguatan kelembagaan serta berbagai bidang lain yang dirumuskan bersama.
Penandatanganan dilakukan pada pukul 10.00 WIB oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Aslam Nur dan Katibul Wali Abdullah Hasbullah, disaksikan langsung oleh Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar. Turut mendampingi Staf Khusus M. Raviq serta jajaran pejabat struktural Kantor KKW.
Dalam MoU tersebut, kedua lembaga bersepakat memperkuat kolaborasi strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi, riset multidisiplin, serta program-program pengabdian kepada masyarakat. Implementasi teknis dari kesepahaman ini akan dituangkan lebih lanjut dalam perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih rinci.
Rektor Unmuha, Aslam Nur, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini memiliki arti penting bagi institusinya.
“MoU ini memang penting sekali bagi kami Universitas Muhammadiyah Aceh dengan Wali Nanggroe. Selama ini beberapa kegiatan sudah kita lakukan bersama, dan dengan adanya MoU ini hubungan kerja sama bisa lebih akrab lagi ke depan. Mudah-mudahan nanti semakin banyak program yang dapat kita wujudkan bersama,” ujar Aslam.
Sementara itu, Wali Nanggroe menekankan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan Aceh, terutama di sektor pendidikan.
“Hari ini penting bagi kita semua, khususnya untuk Aceh. Apalagi Aceh sedang menghadapi musibah besar. Rektor datang dan kita adakan kerja sama antara Lembaga Wali Nanggroe dengan Unmuha,” tuturnya.
Wali Nanggroe menambahkan bahwa banyak hal terkait masa depan Aceh menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
“Kita bicarakan banyak masalah sekarang dan masa depan Aceh, terutama dalam edukasi. Pendidikan harus diselaraskan dengan persepsi Aceh ke depan seperti apa. Kita ingin ada roadmap bersama untuk membangun sosial, ekonomi, kebudayaan, agama dan hal lainnya. Yang paling penting adalah pendidikan, dari awal sampai ke universitas,” tegas Wali Nanggroe.
Selain Rektor, turut hadir pada kegiatan itu Wakil Rektor I Nuzulman, Wakil Rektor II M. Yamin, Wakil Rektor III Mirza Murni, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Kerja Sama Febyolla Presilawati, serta Kepala Biro Administrasi Umum Haru Firdaus. []





