News

USK Pertahankan Juara Umum POMDA Aceh, UIN Ar-Raniry tak Masuk Tiga Besar

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) sukses mempertahankan kembali sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Aceh ke XIX tahun 2025.

Event olahraga ini dilaksanakan oleh Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Provinsi Aceh sejak tanggal 11-18 Juni 2025 di Universitas Teuku Umar.

USK berhak menyandang juara umum setelah berhasil mengumpulkan 64 medali emas, 25 medali perak dan 23 medali perunggu dengan total perolehan medali sebanyak 112 medali.

Pencapaian USK ini merupakan suatu peningkatan dibandingkan pada POMDA Tahun 2023 sebelumnya. Kala itu, USK hanya berhasil mengumpulkan 38 medali emas.

Berbeda dengan tetangganya, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Universitas berjuluk “Kampus Hijau” hanya mampu mengoleksi 41 medali, terdiri atas 7 medali emas, 14 perak, dan 20 perunggu.

Capaian tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry di posisi keempat dari 39 perguruan tinggi peserta, di bawah Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Bina Bangsa Getsempena, dan UTU sebagai tuan rumah.

Meski tidak masuk tiga besar, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman menyampaikan apresiasi kepada para atlet dan tim pendamping yang telah mengharumkan nama kampus melalui semangat juang dan sportivitas tinggi.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Ar-Raniry tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan keunggulan di bidang olahraga. Ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda yang sehat, kompetitif, dan berintegritas,” ujar Prof Mujib dalam keterangannya, Kamis (19/6/2025).

Kontingen Ar-Raniry yang meraih medali di POMDA Aceh ke XIX tahun 2025. Foto: Humas UIN Ar-Raniry

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof Mursyid Djawas, menegaskan bahwa prestasi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan di lingkungan kampus.

“POMDA bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga sarana pembentukan karakter, penguatan identitas, dan solidaritas mahasiswa sebagai representasi kampus. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat dukungan institusional terhadap pembinaan olahraga,” kata Prof Mursyid. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button