
Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah mengunjungi Khairul Halim, seorang petani cabai asal Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, pada Selasa (13/5/2025).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas curahan hati Khairul yang viral di media sosial karena anaknya gagal masuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) akibat tidak mampu membayar iuran masuk.
Irwansyah hadir bersama Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, dan disambut langsung oleh Khairul Halim beserta dua anaknya di kebun cabai milik Khairul sekitar pukul 11.20 WIB.
“Kami hadir untuk mendengar langsung persoalan yang dialami Pak Khairul. Ini bukan hanya soal satu keluarga, tapi merupakan fenomena sosial yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Irwansyah dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025).
Khairul sebelumnya membagikan kisahnya melalui media sosial, yang menyebutkan bahwa ia tidak mampu membayar biaya masuk sekolah meskipun sekolah tersebut berada di bawah naungan kementerian dan seharusnya terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Irwansyah, curahan hati Khairul mencerminkan kegelisahan banyak orang tua yang mengalami kesulitan serupa namun tidak memiliki keberanian untuk bersuara.
“Alhamdulilah pak Halim sudah menyuarakan ini, jika tidak, mungkin ada banyak orang lain yang memiliki pengalaman seperti ini yang tidak berani menyuarakan, padahal kondisinya sudah terjepit,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar sembilan tahun secara gratis, namun kenyataannya, masih ada iuran tambahan yang memberatkan orang tua, seperti yang dialami Khairul Halim.
Irwansyah meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan, baik di bawah pemerintah kota maupun kementerian, agar lebih bijak dalam menetapkan kebijakan penerimaan siswa baru.
“Kami ingin agar tidak ada lagi anak-anak di Banda Aceh yang gagal sekolah hanya karena masalah biaya. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Irwansyah juga memborong seluruh hasil panen cabai Khairul pada hari itu.
Sementara, Khairul Halim mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Ketua DPRK Banda Aceh. Ia berharap persoalan yang dialaminya dapat menjadi pelajaran dan pemicu perubahan sistem agar lebih berpihak kepada masyarakat kecil.
“Terima kasih kepada Pak Irwansyah dan Pak Tuanku Muhammad yang telah datang langsung dan mendengarkan keluhan saya. Semoga ini bisa menjadi langkah perubahan,” ucap Khairul. []





