
Banda Aceh – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh akan kembali menggelar aksi damai di Kota Banda Aceh.
Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamia, 1 Mei 2025 itu bertujuan untuk menyuarakan tuntutan-tuntutan penting bagi kesejahteraan pekerja.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI Aceh, Habibi Inseun dalam keterangannya, Minggu (27/4/2025) menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga sebagai momentum penting bagi para pekerja untuk menuntut perbaikan nasib.
“May Day bukan hanya seremonial. Ini adalah saat yang tepat untuk mengingatkan negara dan pengusaha bahwa kesejahteraan buruh adalah pondasi kemajuan bangsa. Kami menolak eksploitasi dan siap berdialog untuk solusi yang berkeadilan,” ujarnya.
Adapun sejumlah tuntutan yang akan disampaikan oleh FSPMI Aceh pada aksi ini antara lain, menuntut peningkatan upah yang layak sesuai dengan kebutuhan hidup dignif.
Kemudian, mendesak pemerintah dan perusahaan untuk memperbaiki sistem jaminan sosial dan keselamatan kerja, menolak segala bentuk pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan outsourcing yang merugikan pekerja.
Selanjutnya, mendorong ratifikasi Konvensi ILO No. 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.
BerlangsungTertib dan Bermartabat
Aksi damai yang digelar oleh FSPMI Aceh akan berlangsung dengan mengedepankan kedamaian, ketertiban, dan martabat.
Habibi Inseun menjelaskan bahwa aksi ini tidak bertujuan untuk menciptakan kerusuhan, tetapi untuk memperjuangkan hak-hak pekerja melalui dialog yang konstruktif dengan pemangku kebijakan.
“FSPMI Aceh mengajak seluruh elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersatu, berdiri bersama tanpa kekerasan. Kami percaya bahwa dengan berdialog, kita dapat mencari solusi yang menguntungkan semua pihak,” tambah Habibi.
Dalam rangka memastikan aksi berjalan lancar dan aspirasi buruh didengar, FSPMI Aceh juga mengungkapkan komitmennya untuk bekerja sama dengan aparat keamanan, legislatif, dan lembaga terkait.
“FSPMI Aceh terbuka untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan, DPRD, dan lembaga terkait guna memastikan aksi berjalan lancar dan aspirasi buruh didengar,” pungkasnya. []





