
Banda Aceh – Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC Banda Aceh kembali menggelar simulasi manasik haji bagi siswa disabilitas. Kegiatan ini merupakan yang ketujuh kalinya dilaksanakan dan berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Kamis (9/4).
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari guru dan siswa mengikuti kegiatan tahunan unggulan tersebut. Program ini bertujuan memberikan pemahaman praktik rukun haji secara langsung kepada peserta didik.
Koordinator kegiatan, Eva Yulita, S.Sos.I, Gr, mengatakan persiapan acara dilakukan dalam waktu singkat berkat kerja sama tim yang solid.
“Persiapan acara dilakukan secara singkat berkat kerjasama yang baik yang dilegalisasikan kepada tim kesiswaan,” ujarnya.
Ia menambahkan pihak Asrama Haji turut mendukung penuh kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Ketua panitia, Liwaul Hamdi, S.Pd, Gr, menjelaskan rangkaian kegiatan meliputi seremonial, ceramah agama, hingga praktik langsung manasik haji.
Kegiatan praktik dipandu oleh Ustadz H. Zainal Muttaqin, SE., Gr yang juga merupakan guru SLB TNCC dan telah menunaikan ibadah haji pada 2025.
Kepala SLB TNCC, DM Ria Hidayati, S.Psi, M.Ed, Gr, menyebut pelaksanaan manasik haji kali ini menjadi yang pertama digelar di Asrama Haji Ambarkasi Aceh.
“Kami ingin pengalaman langsung terkait pelaksanaan rukun haji dengan dukungan fasilitas yang mirip dengan apa yang ada di tanah suci sehingga harapannya semua peserta bisa lebih mendalami simulasi dan menjadi pembelajaran yang bermakna,” ujarnya.
Menurut Ria, fasilitas seperti miniatur Ka’bah dan pesawat membuat pembelajaran menjadi lebih nyata dan mudah dipahami oleh siswa.
Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan agama tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung.
“Selain itu Ria menambahkan pelaksanaan dinul Islam dalam pembelajaran menuntut program belajar di sekolah tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dalam bentuk praktik nyata, sehingga capaian belajarnya bisa dikuasai dengan lebih baik.”
Dalam praktik manasik, Ustadz Zainal menjelaskan sejumlah rukun haji yang diperagakan, mulai dari niat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melempar jumrah, thawaf, sa’i, hingga tahallul.
Kegiatan simulasi dibagi dalam dua tahap, yakni untuk jenjang SDLB dan SMPLB/SMALB yang dilakukan secara bergiliran.
Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru dengan mencoba menaiki pesawat yang tersedia di area asrama haji.
Di akhir kegiatan, Ria berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah.
“Semoga ada program dari Kemenag untuk mendukung niat baik guru dan siswa dalam mempelajari praktik manasik haji ini di kemudian hari,” tutupnya. []






